Jakarta Peringkat 24 Kota Termacet di Dunia, Bagaimana Strategi Pemprov DKI?

Ilustrasi macet di Jakarta.

JAKARTA (LB)- Jakarta kembali masuk jajaran kota termacet di dunia. Berdasarkan TomTom Traffic Index 2025, ibu kota Indonesia itu naik ke peringkat 24 kota termacet dunia, melonjak tajam dari posisi ke-90 pada 2024.

Menanggapi kondisi tersebut, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengurai kemacetan.

Salah satunya dengan memperkuat sistem transportasi publik terintegrasi di wilayah Jabodetabek. “Kami memperkuat koordinasi dengan daerah sekitar seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi untuk membangun sistem transportasi terintegrasi,” ujar Chico saat dikonfirmasi, Jumat (23/1).

Termasuk pengembangan TransJabodetabek dengan enam rute yang sudah beroperasi dan pemetaan titik park and ride di perbatasan. Hal ini dilakukan untuk mengurai kemacetan yang sering disebabkan oleh arus commuting dari luar Jakarta. Pemprov DKI juga mengejar pembangunan MRT Fase 2A serta pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) agar hunian warga lebih dekat dengan simpul transportasi publik.

Selain itu, dilakukan perbaikan geometrik jalan dan persimpangan serta evaluasi proyek galian agar tidak menambah kemacetan, termasuk di kawasan TB Simatupang.

“Pak Pramono (Gubernur Jakarta) juga menekankan kolaborasi dengan Banten untuk memperluas MRT, yang diharapkan mengurangi kemacetan secara lintas wilayah,” ujar Chico.

Pemprov DKI juga menerapkan kebijakan tarif transportasi umum gratis bagi 15 golongan prioritas sebagai upaya mendorong peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.

Langkah lainnya meliputi penertiban parkir liar, termasuk oleh pedagang kaki lima, penempatan petugas dan mobil derek di titik rawan kemacetan, serta pengaturan lampu lalu lintas melalui sistem pemantauan kamera NOV Dinas Perhubungan.

Dikonfirmasi terpisah, Pramono menyebut belum mengetahui kondisi ini. “Saya belum tahu. Tadinya berapa? Nanti saya cek,” ucap dia.

Untuk diketahui, berdasarkan TomTom Traffic Index 2025 yang dirilis Rabu (21/1), Jakarta naik ke peringkat ke-24 kota termacet dunia, setelah sebelumnya berada di posisi ke-90 pada 2024.

Tingkat kemacetan rata-rata Jakarta pada 2025 tercatat sebesar 59,8 persen. Angka ini menunjukkan seberapa besar kemacetan memperlambat lalu lintas, dengan membandingkan waktu tempuh ideal dan waktu tempuh aktual di jalan.

Sepanjang 2025, perjalanan sejauh 10 kilometer di Jakarta rata-rata memakan waktu 26 menit 19 detik, lebih lama dibandingkan 25 menit 31 detik pada 2024. Kecepatan rata-rata kendaraan saat jam sibuk pun turun menjadi sekitar 22,8 km/jam. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *