Pengunjung berlalulalang di kawasan di Blok GM Semarang terletak di Jalan Gajah Mada, kawasan pusat kota yang membentang di Kecamatan Semarang Tengah dan sekitarnya.
SEMARANG (LB)- Saat malam turun di Kota Semarang, Jalan Gajah Mada justru kian hidup. Lampu-lampu kafe menyala, obrolan terdengar dari sudut trotoar, dan aroma kopi bercampur dengan hiruk-pikuk kota.
Kawasan ini belakangan dikenal dengan sebutan Blok GM, julukan yang lahir dari media sosial.
Blok GM bukan nama resmi yang ditetapkan pemerintah. Namun, sebutan itu viral di kalangan warganet dan perlahan menjelma menjadi identitas baru bagi deretan kafe dan kuliner kekinian di ruas jalan tersebut.
Bagi anak muda, Blok GM bukan sekadar tempat makan atau minum kopi. Kawasan ini menjadi ruang berkumpul, tempat melepas penat, sekaligus sudut kota yang terasa hidup hingga dini hari. Keramaiannya tak kalah dari kawasan Blok M yang kini digandrungi anak muda di Jakarta.
Nongkrong, Tugas, dan Kopi 24 Jam Tren nongkrong di kafe-kafe kekinian menjadi salah satu penopang ramainya Blok GM. Suasana estetik dan nyaman membuat kawasan ini ramai didatangi mahasiswa hingga pekerja muda.
Nugraha (21), mahasiswa semester akhir di salah satu kampus di Semarang, mengaku kafe yang buka 24 jam sangat membantunya menyelesaikan tugas akhir.
“Beberapa kali saya memang perlu mengerjakan tugas akhir malam, jadi adanya kaffe 24 jam dan suasana yang asik bagi saya sangat perlu,” katanya.
Menurut Nugraha, lokasi Blok GM yang berada di tengah kota juga menjadi daya tarik tersendiri. “Ya saya dan teman-teman bertemu di sini karena cukup terjangkau karena di pusat kota,” tambahnya.
Putri (19), pengunjung lain, menyebut kawasan ini menarik karena banyak pilihan kafe dalam satu area. “Saya biasanya di Kaffe Anak Panah, tapi kadang di sini juga ada berbagai pilihan seperti Jaggad Coffee kaarena ada rooftop santai atau Antarsukha Coffee yang memiliki Outdoor unik,” ujarnya.
Wajah Perkotaan di Tengah Semarang
Berbeda dengan pusat kuliner lain di Semarang, Blok GM menyuguhkan suasana perkotaan dengan latar gedung-gedung bertingkat. Kafe berdiri berdampingan, menghadirkan pilihan dari kopi trotoar hingga kafe dengan konsep modern.
Keramaian ini membuat Jalan Gajah Mada perlahan menjadi alternatif wisata kuliner malam di Semarang, terutama bagi mereka yang ingin merasakan suasana kota tanpa harus menjauh dari pusat aktivitas.
Lokasi Blok GM yang tak jauh dari stasiun kereta api membuat kawasan ini kerap menjadi tempat singgah wisatawan luar kota. Dari Stasiun Poncol, jarak menuju Blok GM sekitar 2–3 kilometer dan dapat ditempuh dalam waktu 5–10 menit. Sementara dari Stasiun Semarang Tawang, jaraknya sekitar 4–5 kilometer dengan waktu tempuh 15–25 menit menggunakan kendaraan. Bagas (23), wisatawan asal Jakarta, mengaku tak menyangka menemukan suasana ramai seperti ini di Semarang. “Ya ternyata di sini ramai juga, saya rasa tidak terlalu jauh dari stasiun sehingga saya bisa mampir ngopi dulu,” ujarnya. *
