Bupati Cirebon, Imron.
CIREBON (LB)- Bupati Cirebon, Imron berjanji, pembangunan di 2027 akan difokuskan pada penguatan infrastruktur dan ekosistem hilirisasi sektor unggulan daerah. Kebijakan tersebut diarahkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus mendorong pemerataan pembangunan.
“Fokus pembangunan 2027 adalah penguatan infrastruktur dan hilirisasi sektor unggulan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan.” kata Imron, Rabu (15/7).
Imron menjelaskan, tema pembangunan 2027 merupakan kelanjutan pelaksanaan RPJMD 2025–2029. Menurutnya, pemerintah daerah tetap menitikberatkan peningkatan inovasi, tata kelola pemerintahan, serta kualitas pelayanan publik agar pembangunan berjalan lebih efektif.
“Tema pembangunan 2027 melanjutkan RPJMD dengan penguatan inovasi, tata kelola pemerintahan, dan pelayanan publik.” ungkapnya.
Ia menilai, peningkatan kualitas maupun kuantitas infrastruktur wilayah masih menjadi kebutuhan utama. Infrastruktur yang memadai diyakini mampu menciptakan iklim investasi yang lebih baik sehingga berdampak terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Peningkatan infrastruktur menjadi prioritas untuk mendukung investasi dan pertumbuhan ekonomi.” akunya.
Selain itu Imron mengungkapkan, pemerintah telah menetapkan tujuh prioritas pembangunan daerah pada 2027. Prioritas tersebut meliputi penguatan kehidupan beragama dan ketertiban masyarakat, pengendalian pencemaran lingkungan, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, pengurangan kemiskinan, hilirisasi sektor unggulan, pembangunan infrastruktur, serta peningkatan pelayanan public.
“Ada tujuh prioritas pembangunan daerah yang menjadi fokus pemerintah pada 2027.” paparnya.
Dia menambahkan, di bidang keuangan daerah, Imron mengatakan penyusunan KUA-PPAS 2027 dilakukan secara rasional dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah agar belanja tidak melebihi proyeksi pendapatan dan pembiayaan.
“Penyusunan KUA-PPAS dilakukan sesuai kemampuan keuangan daerah.” katanya.
Dia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Cirebon menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,04 triliun yang bersumber dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain PAD yang sah. Sementara pendapatan transfer diproyeksikan mencapai Rp3,20 triliun. “Target PAD 2027 sebesar Rp1,04 triliun dengan pendapatan transfer Rp3,20 triliun.” pungkasnya. *
