Keberhasilan Jakarta Fair Cerminkan Ekonomi Positif

Petugas stan membawa produk makanan ringan saat berlangsungnya Jakarta Fair Kemayoran 2026 di Jakarta

International Expo, Kemayoran, Jakarta.

JAKARTA (LB)- Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo menilai keberhasilan Jakarta Fair Kemayoran (JFK) tahun ini mencerminkan optimisme ekonomi Jakarta yang tetap terjaga.

Adapun nilai transaksi Jakarta Fair atau Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2026 mencapai Rp8,2 triliun atau meningkat 12,3 persen dari tahun 2025 yang mencapai sebesar Rp7,3 triliun. Sementara jumlah pengunjung bertambah menjadi 6,1 juta orang, atau meningkat sekitar 1,7 persen dibandingkan pada tahun lalu sejumlah hampir 6 juta pengunjung.

“Tingginya nilai transaksi dan jumlah pengunjung Jakarta Fair menunjukkan bahwa daya beli masyarakat tetap terjaga, aktivitas perdagangan terus tumbuh, dan UMKM dapat menjadi penggerak utama ekonomi daerah,” ucap Ratu di Jakarta, Rabu (15/7).

Tak hanya itu, kinerja ekonomi makro Jakarta pada triwulan I 2026 juga tumbuh positif 5,59 persen (year-on-year) dengan kontribusi 16,67 persen terhadap perekonomian nasional.

Menurut Ratu, data-data ini mempertegas posisi Jakarta sebagai pusat ekonomi terbesar di tingkat nasional.

Pada tahun ini, Jakarta Fair diketahui melibatkan lebih dari 1.800 stan dan 2.800 peserta, termasuk ratusan pelaku UMKM dan industri dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Ratu, hasil tersebut menjadi pijakan bagi Dinas PPKUKM untuk memperkuat pelibatan UMKM pada penyelenggaraan Jakarta Fair tahun-tahun mendatang.

Upaya tersebut akan dilakukan melalui proses kurasi produk yang lebih komprehensif, peningkatan kualitas kemasan dan tampilan stan, serta penguatan promosi agar produk UMKM Jakarta semakin kompetitif.

“Kami ingin keikutsertaan UMKM di Jakarta Fair dapat membuka peluang usaha yang berkelanjutan. Karena itu, kami akan mendorong lebih banyak pertemuan bisnis antara UMKM dengan pembeli, distributor, investor, maupun mitra usaha agar kolaborasi,” jelas Ratu.

Pihaknya akan terus melakukan pembinaan pascapameran melalui pelatihan pemasaran digital, peningkatan kapasitas usaha, fasilitasi akses pembiayaan, dan perluasan jejaring pemasaran.

“Pendampingan tersebut kami harap mampu membantu pelaku UMKM mengembangkan usahanya sekaligus meningkatkan daya saing produk UMKM di pasar,” ungkapnya.

Ratu juga menyoroti, penyelenggaraan Jakarta Fair tahun depan akan menjadi momentum yang istimewa karena bertepatan dengan peringatan 500 tahun Kota Jakarta.

Untuk itu ia menilai, perayaan tersebut menjadi kesempatan untuk menghadirkan Jakarta Fair yang lebih besar, inovatif, dan memberikan dampak ekonomi yang semakin luas. “Kami berharap semakin banyak UMKM Jakarta yang dapat berpartisipasi dengan produk yang berkualitas dan berdaya saing. Momentum Jakarta 500 tahun harus menjadi langkah untuk memperkuat posisi UMKM sebagai pilar ekonomi kota sekaligus mendukung terwujudnya Jakarta sebagai kota global yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing,” paparnya. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *