Farhan Genjot Investasi dan Iklim Usaha untuk Tekan Pengangguran

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.

BANDUNG (LB)- Kota Bandung menghadapi tantangan besar di sektor ketenagakerjaan. Di tengah tingginya angka pengangguran terbuka dan ancaman PHK, Pemkot Bandung mendorong penguatan iklim usaha sebagai strategi utama menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyebut, tingkat pengangguran Kota Bandung masih menjadi perhatian karena berada di atas angka 7 persen. Kondisi tersebut, menjadi tantangan terlebih jumlah pencari kerja yang datang dari luar daerah juga cukup tinggi.

“Yang menjadi tantangan ketenagakerjaan di Kota Bandung, adalah tingkat pengangguran terbuka kita lumayan tinggi. Itu di atas 7 persen. Tetapi pada saat bersamaan, kita juga harus menghadapi kenyataan tingkat PHK di Kota Bandung ini lumayan tinggi,” kata Farhan, Rabu (15/7).

Menurutnya, persoalan ketenagakerjaan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan investasi. Tetapi juga, kemampuan daerah dalam menciptakan ekosistem usaha yang mampu menyerap tenaga kerja.

Meskipun investasi di Kota Bandung terus berkembang dengan target mencapai Rp12 triliun pada tahun ini, tekanan terhadap pasar kerja tetap terjadi karena pertumbuhan jumlah pencari kerja juga cukup besar.

“Walaupun investasi cukup tinggi, target kita tahun ini Rp12 triliun. Tapi memang jumlah orang luar yang datang ke Kota Bandung untuk mencari pekerjaan juga tinggi,” ucapnya.

Melalui Rembuk Kota 2026, Pemkot Bandung mengumpulkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pelaku usaha, sektor industri hingga unsur masyarakat mencari solusi bersama menghadapi tantangan ketenagakerjaan.

Dia menyebut, forum tersebut menjadi ruang diskusi agar seluruh pihak dapat memberikan masukan dan langkah konkret dalam menjaga keberlangsungan lapangan kerja di Kota Bandung

“Tentunya kita ingin seluruh stakeholder yang hadir di sini, bisa memberikan masukan-masukan yang penting untuk menghadapi persoalan ketenagakerjaan ini,” ujar dia.

Terkait angka PHK, Farhan menyebut pemerintah melihat persoalan itu salah satunya melalui indikator tingkat pengangguran terbuka. Berdasarkan data tersebut, jumlah masyarakat yang terdampak persoalan ketenagakerjaan diperkirakan mendekati angka 100 ribu orang.

“Kalau PHK, saya menghitungnya dari tingkat pengangguran terbuka saja yaitu 7,24 persen dari jumlah angkatan kerja kita. Jadi mendekati angka 100 ribuan,” ungkapnya.

Guna menekan angka PHK, pihaknya menilai perlu ada upaya menjaga hubungan industrial agar perusahaan tidak mudah melakukan pemutusan kerja. Selain itu, pemerintah juga terus berupaya memastikan dunia usaha tetap berjalan dengan baik.

Menurutnya, iklim usaha yang sehat menjadi faktor penting dalam menciptakan lapangan pekerjaan baru. Pemerintah daerah, perlu memberikan kemudahan bagi pelaku usaha sekaligus menghadirkan kepastian hukum.

“Untuk memastikan bahwa lapangan pekerjaan tersedia di Kota Bandung, maka satu-satunya kunci adalah menyehatkan iklim usaha di Kota Bandung,” tutur dia.

Farhan menambahkan, kemudahan dalam menjalankan usaha atau ease of doing business harus terus diperbaiki agar investor memiliki keyakinan menanamkan modal dan membuka peluang kerja bagi masyarakat.

“Iklim usaha di Kota Bandung harus sangat mudah, kemudian juga kepastian hukumnya harus ada,” tuturnya. 

Selain sektor industri dan bisnis, dia melihat bidang pendidikan sebagai salah satu peluang investasi terbesar bagi Kota Bandung. Dengan status Kota Bandung sebagai kota pendidikan, sektor tersebut dinilai mampu membuka peluang ekonomi sekaligus menarik lebih banyak masyarakat dari luar daerah.

Pihaknya berharap, penguatan investasi terutama di sektor pendidikan dapat menjadi salah satu solusi jangka panjang meningkatkan aktivitas ekonomi dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat. “Kota Bandung sekarang ini sudah mendapatkan reaktivasi dari Bandara Husein. Mudah-mudahan, ini akan bisa menarik lebih banyak orang untuk mau bersekolah dan kuliah di Kota Bandung,” jelasnya. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *