JAKARTA(LB)- Cokelat dikenal sebagai salah satu camilan favorit karena cita rasanya yang lezat. Di balik kenikmatannya, cokelat ternyata tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga disebut memiliki potensi manfaat bagi kesehatan, termasuk dalam memperlambat proses penuaan .
Berdasarkan hasil penelitian baru baru ini, salah satu kandungan dalam cokelat hitam atau dark chocolate diketahui berkaitan dengan perlambatan penuaan pada tingkat biologis. Senyawa tersebut adalah theobromine, zat alami yang banyak terdapat dalam biji kakao sebagai bahan utama pembuatan cokelat.
Theobromine merupakan senyawa tanaman yang tergolong alkaloid, masih satu keluarga dengan kafein, meski memiliki efek yang lebih ringan. Penelitian menemukan bahwa orang dengan kadar theobromine yang lebih tinggi dalam darah cenderung menunjukkan tanda penuaan biologis yang lebih lambat.
Hal ini terlihat dari indikator DNA yang digunakan untuk menilai usia biologis, sehingga tubuh tampak lebih “muda” dibandingkan usia sebenarnya.
Meski demikian, theobromine bukan berarti mampu membuat seseorang hidup lebih lama. Temuan ini lebih menyoroti hubungan antara pola konsumsi makanan dan pengaruhnya terhadap proses penuaan tubuh.
Perlu diketahui, usia biologis dan usia kronologis memiliki makna berbeda. Usia kronologis dihitung berdasarkan tanggal kelahiran, sementara usia biologis menggambarkan kondisi fungsi sel dan organ tubuh secara keseluruhan.
Theobromine sendiri merupakan salah satu komponen utama kakao yang memberikan rasa pahit khas pada cokelat hitam. Selain berperan dalam rasa, senyawa ini juga dikaitkan dengan sejumlah efek biologis yang berpotensi mendukung kesehatan sel.
Meski kadar theobromine yang tinggi dalam darah berkaitan dengan tanda penuaan yang lebih lambat, belum ada kepastian bahwa konsumsi cokelat secara langsung menjadi penyebab utama efek tersebut. Cokelat hitam diketahui mengandung kakao lebih tinggi dibandingkan cokelat susu, sehingga secara alami memiliki kandungan theobromine yang lebih besar.
Namun demikian, cokelat juga mengandung gula dan lemak yang perlu diperhatikan. Konsumsi berlebihan justru berisiko bagi kesehatan. Karena itu, mengonsumsi cokelat dalam jumlah besar tidak disarankan sebagai cara untuk memperlambat penuaan.t
