Sinar Mas Land dan FIKOM Universitas Mercu Buana Berikan Pelatihan dan Apresiasi untuk Pedagang Pasar Modern BSD City

Jajaran Pejabat Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangerang Selatan, Jajaran Pengelola Pasar Modern BSD City, Dosen dan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana) serta sejumlah Pedagang Pasar Modern BSD City dalam seremoni apresiasi dan edukasi bertajuk “Dari Lapak untuk Negeri: Kisah Inspiratif” di Pasar Modern BSD City pada 17 November 2025.

BSD CITY – Pasar Modern BSD City sebagai pusat perdagangan harian berbasis komunitas yang dikelola secara profesional oleh Sinar Mas Land, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan UMKM lokal dan pedagang pasar.

Melalui kolaborasi dengan program Kuliah Peduli Negeri (KPN) Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Mercu Buana (UMB), Sinar Mas Land menghadirkan program apresiasi dan edukasi bertajuk “Dari Lapak untuk Negeri: Kisah Inspiratif”, yang diselenggarakan di Pasar Modern BSD City.

Program ini terdiri dari pelatihan yang dilaksanakan pada 15 dan 16 November 2025 di mana Mahasiswa FIKOM UMB melakukan pendampingan langsung kepada para pedagang melalui edukasi mengenai produksi konten foto dan video promosi di media sosial, serta strategi komunikasi untuk membangun kepercayaan pelanggan melalui teknik storytelling.

Pada 17 November 2025, Pasar Modern BSD City memberikan apresiasi bagi 20 pedagang yang telah berdagang selama lebih dari 19 tahun. Mereka menerima Sertifikat Apresiasi Pedagang Inspiratif sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, ketekunan, dan kontribusi jangka panjang dalam menjaga keberlangsungan pasar.

Abdul Aziz (Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangerang Selatan) memberikan sambutan.

Seremoni pemberian penghargaan dihadiri oleh Abdul Aziz (Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangerang Selatan), Tri Astuti (Kepala SBU Pengelola Pasar Modern BSD City), M. Bakrie (Kepala Pengelola Pasar Modern BSD City), Farid Hamid (Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana), sejumlah Pedagang Pasar Modern BSD City dan Mahasiswa kegiatan Kuliah Peduli Negeri (KPN) FIKOM UMB.

Managing Director, President Office Sinar Mas Land, Dony Martadisata mengungkapkan, pedagang yang telah berdagang lebih dari dua dekade bukan hanya pelaku ekonomi, tetapi juga penjaga kehidupan pasar yang sesungguhnya.

“Mereka adalah wajah dari ketangguhan, kejujuran, dan semangat wirausaha yang menjadi fondasi Pasar Modern BSD City sejak awal berdiri. Terima kasih kami ucapkan kepada FIKOM UMB yang telah membuka ruang kolaborasi berdampak positif melalui edukasi komunikasi modern bagi para pedagang. Kami berharap sinergi ini tidak hanya menghasilkan cerita-cerita inspiratif, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas pedagang menuju pengelolaan usaha yang lebih adaptif dan berdaya saing di era digital,” kata Dony.

Perwakilan Pedagang Pasar Modern BSD Penerima Apresiasi, Rukiah Thea Aulia menyatakan, sejak tahun 2004, dirinya memberanikan diri untuk memulai usaha kecil bernama Toko Aneka Maju Kosmetik di Pasar Modern BSD City.

Ia mengatakan, dengan tekad yang kuat, kerja keras tanpa henti, dan doa yang tak pernah putus, usaha yang awalnya sederhana itu perlahan tumbuh hingga kini, di tahun 2025, tetap bertahan dan bahkan berkembang menjadi tiga cabang yang terus membawa keberkahan.

Pasar Modern BSD City memberikan apresiasi bagi 20 pedagang yang telah berdagang selama lebih dari 19 tahun.

“Bagi saya, penghargaan ini bukan sekadar simbol pencapaian, melainkan sebuah pengingat bahwa konsistensi, ketekunan, dan kesabaran akan selalu berbuah manis pada waktunya. Saya mengucapkan terima kasih untuk Sinar Mas Land dan FIKOM UMB yang telah memberikan penghargaan ini. Penghargaan ini bukan hanya milik saya pribadi, tetapi juga milik semua ibu tangguh yang setiap hari berjuang untuk keluarga dan tak pernah berhenti bermimpi,” ujarnya.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana, Farid Hamid  menyampaikan terima kasih Sinar Mas Land karena telah memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari lapangan, dan membangun narasi yang memiliki fungsi sosial.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menerapkan teori komunikasi humanis, tetapi juga merasakan secara langsung bagaimana pengetahuan mereka dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini menjadi model pembelajaran kolaboratif yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat hubungan antara dunia akademik, pengembang dan komunitas lokal,” kata Farid.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *