Prosesi peresmian Pusat Pengobatan Timur.
JAKARTA (LB)–Atma Jaya Healthcare Group pada Jumat (28/11/2025), meresmikan Pusat Pengobatan Timur (Eastern Medical Center), unit mandiri pertama di Indonesia yang menempatkan para praktisi pengobatan timur tersertifikasi di dalam ekosistem rumah sakit.
Selama ini, pasien yang ingin memanfaatkan pengobatan timur harus mencari layanan di luar rumah sakit modern. Model ini membuat proses diagnosis terpecah, tidak terhubung, dan berisiko.
Kini, pasien dapat mengakses layanan kedokteran modern dan pengobatan timur dalam satu lokasi, termasuk rujukan dua arah antara praktisi dan dokter spesialis. Sebagai rumah sakit penelitian, RS Atma Jaya terpanggil untuk mendalami terobosan-terobosan di dunia Kesehatan.
“Mari kita jujur: praktisi kesehatan baik dokter atau sinshe, menginginkan agar pasien yang dirawat sembuh. Kalau hati ingin melihat pasien sembuh, berikan edukasi tanpa bias agar bentuk layanan dapat terjangkau, punya dampak positif, dan dibuat mudah oleh penyedia pelayanan kesehatan,” kata Edward, CEO Atma Jaya Healthcare Group, ditemui usai prosesi peresmian.

“Kita tidak memaksakan kolaborasi yang belum organik. Kemampuan RS Atma Jaya selama ini terletak dalam status khususnya sebagai RS Penelitian. Kami mengejar science-behind dan tidak mengharuskan dokter spesialis merujuk ke pengobatan timur. Namun beberapa hal yang luar biasa sudah terjadi. Dokter rehabilitasi medis, dokter syaraf, dan dokter sport-medicine kami sudah merujuk pasien untuk terapi dengan praktisi pengobatan timur. Ditambah akses ke diagnostik modern dalam satu tempat. Itu saja sudah game-changer,” tambahnya.
Pada fase awal, Pusat Pengobatan Timur turut mengembangkan Traditional Chinese Medicine (TCM) termasuk akupuntur, herbal, dan multi-prosedur terapi. Ke depannya, RS Atma Jaya akan mengembangkan integrasi jamu, ayurveda, dan praktik pengobatan timur lainnya, berbasis penelitian dan protokol medis yang terstandarisasi.
Pusat Pengobatan Timur RS Atma Jaya menyediakan beberapa layanan yang sudah terstandarisasi rumah sakit pada umumnya, yakni tim praktisi pengobatan timur yang memiliki izin lengkap hingga ruang konsultasi dan terapi dengan standar yang sama seperti ruang praktek pada umumnya.
Selain itu, para tim praktisi juga memiliki akses penuh ke lab dan radiologi rumah sakit. Rekam medis untuk dokumentasi pun berstandar rumah sakit. Mereka senantiasa menerapkan protokol penelitian untuk memperhatikan hasil terapi. Terakhir, ada supervisi aktif dari departemen medis
Drs. Tepy Usia, Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Utama BPOM RI turut menyambut baik kehadiran Pusat Pengobatan Timur di RS Atma Jaya.
“Kami sangat mendukung kehadiran pengobatan timur di RS Atma Jaya. Inisiatif ini mendorong Indonesia maju dalam integrasi pengobatan timur dan barat. Masyarakat kini punya one-stop service sehingga mereka tidak perlu berpindah-pindah tempat,” ujarnya.
Peresmian ini turut dihadiri Prof. Dr. Krasae Chanawongse (mantan Minister to the Office of the Prime Minister Thailand), Letjen (Purn) Hotmangaraja Pandjaitan (Duta Besar RI untuk Singapura), Prof. dr. Daniel Tjen (Ketua Dewan Jamu Indonesia), Ketua Pembina Relawan Pemimpin Indonesia, DR. Jimmy Oentoro, Ketua Yayasan Nalanda, Tan Tjoe Liang, Psikolog Pemerhati Anak Seto Mulyadi (Kak Seto). **
