Resmi Pindah Alamat Kantor, Ini Sederet Kegiatan MATAKIN di Gedung Kantor Baru

Foto bersama dalam Bedah Buku “Apa jadinya Dunia tanpa Indonesia” Karya Yudi Latif.

JAKARTA (LB)–Ketua Umum MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia) Xs. Budi S. Tanuwibowo menyapa awak media usai menghadiri acara bedah Buku “Apa jadinya Dunia tanpa Indonesia” karya Yudi Latif di Lagoon Garden, The Sultan Hotel Jakarta pada Rabu (29/10/2025).

            Dalam pertemuan tersebut, Ketum MATAKIN menjawab pertanyaan media mengenai perpindahan kantor MATAKIN Pusat di alamat yang baru.  

Pembelajaran Di Zi Gui diajar oleh Laoshi Marleen Wang, LDS.

“Sejak tanggal 08 Agustus 2025 sekretariat MATAKIN telah berpindah alamat ke Gedung Khonghucu Yayasan Tepasalira Jl. Jembatan Gambang II No.77 Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara. Di Gedung tersebut kita biasanya melakukan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan programnya MATAKIN, diantaranya ada kelas Di Zi Gui yaitu kelas untuk belajar tata aturan etika moral yang dilaksanakan setiap hari Minggu pukul 10.00 WIB, kita juga melaksanakan Kebaktian malam Purnama pada setiap tanggal 15 penanggalan Kongzili, serta berbagai agenda lainnya seperti acara seminar atau Pelatihan yang dicanangkan oleh Perempuan Khonghucu Indonesia (PERKHIN) dan Pemuda Agama Khonghucu Indonesia (PAKIN),” jelas Budi.  

Kebaktian Malam Purnama.

            Gedung dengan tiga lantai tersebut tidak hanya difungsikan sebagai kantor MATAKIN Pusat, Xs. Budi menjelaskan gedung tersebut juga menjadi Fasilitas untuk kegiatan sosial dan keagamaan.

“Bukan hanya kantor, tetapi untuk tujuan lain yang lebih luas. Gedung tersebut kita maksimalkan untuk berbagai kegiatan, terutamanya kegiatan programnya MATAKIN, PERKHIN dan PAKIN. Dalam fungsi sosialnya gedung tersebut difungsikan sebagai tempat pengungsian sementara apabila terjadi bencana yang melanda warga lingkungan sekitar, dalam hal ini kita bekerjasama dengan kelurahan dan RT,” tutur Xs. Budi

            Berlokasi di lingkungan padat penduduk, Gedung Khonghucu Yayasan Tepasalira tidak hanya berdiri sebagai bangunan fisik semata, tetapi juga menjadi ruang aman untuk masyarakat sekitar. **

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *