Resmi Diperkenalkan, Pengurus Baru INTI 2026–2030 Tegaskan Arah Strategi Kebangsaan

Segenap pengurus berfoto bersama. (dok.perhimpunan inti).

JAKARTA (LB)—Ketua Umum Perhimpunan INTI (Indonesia Tionghoa) dr. Indra Wahidin, mengundang jajaran calon Pengurus Pusat INTI periode 2026–2030 dalam rapat perdana yang dilaksanakan pada Selasa, 5 Mei 2026, di Sekretariat Perhimpunan INTI, MGK Kemayoran Tower B, Jakarta Pusat.

          Dihadiri hampir seluruh struktur organisasi Pengurus Pusat INTI, mulai dari ketua harian, sekretaris jenderal, bendahara umum, para wakil ketua umum, wakil sekretaris jenderal, wakil bendahara umum, hingga para ketua bidang.

Beberapa posisi ketua bidang masih dalam proses pengisian dan akan dilengkapi oleh masing-masing wakil ketua umum sesuai kebutuhan dan bidangnya.

          Turut hadir dalam kegiatan ini unsur dewan pengawas, dewan pakar, dewan pembina, serta para pendiri INTI, di antaranya Nancy Wijaya, Dewan Pengawas Rahman Hakim, Djoko Wihardjo serta Budi Santoso Tanuwibowo yang juga menjabat sebagai ketua dewan pakar.

Sedangkan Ketua Dewan Pembina Teddy Sugianto, yang sedang berada di Tiongkok, diwakili oleh Wakil Ketua Dewan Pembina Edi Yansah.

Kehadiran lintas unsur ini semakin memperkuat nilai historis, kesinambungan, dan soliditas organisasi dalam menyongsong kepengurusan baru.

Sekretaris Jenderal INTI Hardy Stefanus, membuka rapat dengan menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan rapat awal sebelum pengukuhan dan pelantikan resmi yang direncanakan berlangsung pada akhir Mei 2026. Ia menegaskan pentingnya membangun organisasi yang lebih solid, terorganisir, dan terstruktur.

Hardy juga menyatakan komitmennya untuk memastikan roda organisasi berjalan efektif melalui penguatan koordinasi, kolaborasi, dan pendelegasian tugas, sehingga program kerja INTI ke depan dapat terlaksana secara nyata dan optimal.

          Dalam sambutannya, Ketua Umum INTI dr. Indra Wahidin menyampaikan selamat datang dan selamat bergabung kepada seluruh pengurus baru, yang terdiri dari kombinasi figur lama dan wajah baru yang dipilih berdasarkan kompetensi dan talenta masing-masing.

          Lebih lanjut, ia memaparkan grand strategy INTI untuk empat tahun ke depan yang mencakup penguatan peran organisasi baik secara eksternal maupun internal.

Secara eksternal, INTI berkomitmen untuk terus membangun hubungan dan silaturahmi dengan pemerintah yang sah tanpa memandang latar belakang politik, serta memperkuat hubungan harmonis dengan berbagai elemen organisasi masyarakat lintas latar belakang demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Suasana rapat perdana yang hangat dan penuh kekeluargaan. (dok.perhimpunan inti)

Dalam konteks tersebut, INTI telah melakukan berbagai langkah strategis, termasuk menjalin komunikasi dengan tokoh nasional seperti Hashim Djojohadikusumo, Sugianto Kusuma, serta melakukan koordinasi dengan Direktorat Jenderal AHU (Administrasi Hukum Umum) Dr. Widodo.

Ke depan, silaturahmi dan kolaborasi lintas sektor akan terus diperluas guna mendukung pembangunan nasional.

          Adapun program kerja eksternal INTI meliputi kemitraan dengan pemerintah, kegiatan kepedulian sosial/CSR, peran sebagai jembatan investasi dan duta wisata investasi, serta pengembangan pendidikan, pelatihan, dan beasiswa.

Sementara itu, program internal difokuskan pada pengembangan daerah dan cabang, penguatan tata kelola organisasi, kaderisasi dan keanggotaan, serta pelestarian budaya Peranakan Tionghoa.

          Ketua Harian INTI Pusat Ulung Rusman, turut memaparkan struktur organisasi yang terdiri dari 15 bidang wakil ketua umum yang disusun untuk menjawab tantangan zaman, serta diselaraskan dengan AD/ART INTI dan arah pembangunan nasional Asta Cita.

Ia juga menyatakan kesiapan untuk mendukung ketua umum dalam menjalankan tugas-tugas harian organisasi agar seluruh program dapat berjalan sesuai dengan harapan.

Ulung menegaskan bahwa INTI merupakan organisasi yang bersifat kebangsaan dengan mengusung tagline utama yaitu Inklusif, Nasionalis, Toleransi, dan Independen.

Nilai-nilai ini menjadi landasan utama dalam menjalankan peran organisasi ke depan.

          Momentum rapat ini sekaligus menjadi ajang pengenalan struktur inti Pengurus Pusat INTI periode 2026–2030, yang terdiri dari:

Struktur Inti Pengurus Pusat INTI 2026–2030:

Ketua Umum: Dr. Indra Wahidin

Ketua Harian: Ulung Rusman

Wakil Ketua Umum:

Ir. Pui Sudarto, Mayjen TNI (Purn) Dr. Ben Yura Rimba, MARS, Leon Hanafie, Peter Gozal, Robert Njo, Haris Chandra, Tomi Wistan, Tantro Sugio, Lisa Tanjung, Drs. Kendro Setiawan, Pusanti, Willy Yanto Wijaya, Ardy Susanto

Sekretaris Jenderal: Hardy Stefanus

Wasekjen : Yusuf Wijaya

Bendahara Umum: Serihana

Wabendum: Januardi, Riyanto, Marwan, Imelda dan Ery Puspa

          Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan semangat kebersamaan. Para pengurus saling berinteraksi dan membangun komunikasi sebagai satu tim yang solid.

Rapat perdana ini tidak hanya menjadi forum koordinasi awal, tetapi juga fondasi penting dalam membangun kerja kolektif, disiplin organisasi, serta sinergi yang kuat antar pengurus.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, INTI menegaskan kesiapan untuk menjalankan berbagai program strategis yang berorientasi pada kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.

          Diharapkan, kepengurusan INTI periode 2026–2030 mampu menghadirkan inovasi, memperkuat peran organisasi, serta menjadi bagian penting dalam mendukung. **

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *