Para hadirin berfoto bersama.
SERPONG (LB)—BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi) pada 18 Agustus 2025 telah menetapkan pembentukan LAMWISATA (Lembaga Akreditasi Mandiri Pariwisata). Kehadiran lembaga ini menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan tinggi pariwisata di Indonesia.
Melalui Peraturan BAN-PT No 18 Tahun 2025, kewenangan akreditasi program studi pariwisata dialihkan dari BAN-PT kepada LAMWISATA. Pada saat yang sama, BAN-PT juga menerbitkan Peraturan BAN-PT No. 17 Tahun 2025 yang menetapkan Standar Akreditasi Unggul bagi program studi yang tercakup dalam LAMWISATA. Kedua regulasi ini menegaskan komitmen untuk memperkuat kualitas pendidikan pariwisata agar lebih berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

“Pada tanggal 18 Agustus 2025, LAMWISATA secara resmi memperoleh izin operasional berdasarkan Peraturan BAN-PT Nomor 17 dan 18 Tahun 2025. Momentum ini menjadi tonggak penting dalam sejarah pendidikan tinggi pariwisata di Indonesia, karena LAMWISATA hadir sebagai lembaga akreditasi mandiri yang fokus pada bidang kepariwisataan. LAMWISATA lahir sebagai wujud kesadaran bersama bahwa dunia pariwisata membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, serta berdaya saing, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga pada level global,” ujar Ketua Majelis Akreditasi LAMWISATA Dr. Nurbaeti, MM, QRGP dalam acara Penyampaian Informasi dan Perkenalan LAMWISATA, di VIVERA, Gading Serpong, Jumat (19/9/2025).
Hadir dalam acara tersebut Martini Mohamad Paham (Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan, Kementerian Pariwisata) yang pada kesempatan ini hadir secara daring, Prof. Dr.rer.nat. Imam Buchori, S.T (Ketua Majelis Akreditasi BAN-PT), Dr. Tonny Hendratono,MM. (Direktur Dewan Eksekutif LAMWISATA), Iman Herwidiana Kartowisastro Ph.D (Sekretaris MA BAN-PT), perwakilan pengurus LAM Pendidikan, LAM Sains Alam, LAM Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi, LAM Pendidikan Tinggi Kesehatan, LAM Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi, LAM Teknik, LAM Informatika dan Komputer, Prof. Diena M.Lemmy (Ketua Umum HILDIKTIPARI/Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata), dan pimpinan PT/PS yang hadir secara daring.
Kembali Nurbaeti menyampaikan bahwa berdirinya LAMWISATA merupakan bagian dari kinerja kepengurusan HILDIKTIPARI periode 2023–2027, yang sejak awal didukung penuh oleh asosiasi profesi dan industri, yakni PHRI, GIPI, dan ASITA. Hal ini menunjukkan komitmen bersama antara Perguruan Tinggi, Pemerintah, dan Dunia Usaha untuk memastikan mutu Pendidikan Tinggi Pariwisata yang berdaya saing global.
Kepengurusan LAMWISATA dibangun secara inklusif dengan melibatkan berbagai unsur, yakni PTN, PTS, dan PTKL, serta asosiasi profesi dan industri terkait. Menurut Nurbaeti, ini mencerminkan semangat kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan, sehingga mekanisme akreditasi yang dijalankan benar-benar mencerminkan kebutuhan riil dunia pendidikan dan industri pariwisata.
Lebih lanjut Nurbaet mengatakan, tugas LAMWISATA ke depan tidak ringan, akan banyak dinamika dan tantangan sejalan dengan perjalanan waktu dan perkembangan zaman, namun dengan dukungan dan sinergi antara akademisi, pemerintah, asosiasi, dan industri pariwisata, pihaknya optimis LAMWISATA akan dapat menjalankan mandat untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi pariwisata, membangun daya saing bangsa, serta mendukung Indonesia sebagai destinasi pariwisata unggulan dunia.

Pada kesempatan yang sama Direktur Dewan Eksekutif LAMWISATA Dr. Tonny Hendratono,MM., mengatakan LAMWISATA merupakan Lembaga Akreditasi Mandiri yang ke-8 yang proses pembentukannya berjalan selama dua tahun.
Menurutnya LAMWISATA memiliki peran yang penting untuk meningkatkan mutu program studi pariwisata.
“Jika kami menilik peringkat akreditasi program studi pariwisata, dari 507 program studi, saat ini, baru tercapai 20% yang memperoleh predikat A dan Unggul. Ini menunjukkan pentingnya transformasi untuk meningkatkan mutu Program studi pariwisata. Namun disadari, dalam upaya meningkatkan mutu program studi, Sistim Penjaminan Mutu Internal saja tidaklah cukup, diperlukan ada Sistim penjaminan mutu eksternal. Disinilah pentingnya peran kehadiran LAMWISATA, sebagai salah satu pilar untuk meningkatkan mutu program studi Pariwisata,” jelasnya.

Lebih lanjut Tonny menekankan bahwa pentingnya peningkatan mutu Pendidikan. Seperti dikemukakan oleh Bank Dunia (2022) yang mengungkapkan bahwa, peningkatan mutu Pendidikan suatu negara, cenderung memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar global.
“Karena itu, dengan upaya peningkatan mutu program studi pariwisata, diharapkan dapat menghasilkan Human Capital pada industri pariwisata, yang dapat digunakan sebagai salah satu keunggulan bersaing lestari di tataran global, sehingga dapat berdampak positif bagi pembangunan nasional,” pungkasnya. **
