Rano Karno: 95 Persen Kebakaran di Jakarta Disebabkan Korsleting Listrik

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno.

JAKARTA (LB)- Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menyebut penyebab kebakaran di wilayah Jakarta 95 persen akibat korsleting atau hubungan arus pendek listrik.

Hal itu disampaikan Rano saat meninjau warga terdampak kebakaran di RT 002/RW 04, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (2/6).

“Karena di Jakarta ini hampir rata-rata kebakaran terjadi karena korsleting listrik. Itu berdasarkan survei kita hampir 95 persen,” kata Rano di lokasi, Selasa.

Menurut Rano, tingginya angka kebakaran akibat korsleting listrik harus menjadi perhatian bersama. Ia pun mengimbau warga lebih waspada dan rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing.

“Pemprov DKI prihatin dengan kejadian ini, dan sekali lagi yang bisa kita lakukan adalah mengulangi, mewarning kepada masyarakat, yang harus pertama kali dijaga adalah listrik. Nah, jadi ini menjadi perhatian kita,” lanjut dia.

Rano mengaku sebenarnya ingin meninjau lokasi kebakaran sejak Senin malam. Namun, ia menunda kunjungannya atas saran Wali Kota Jakarta Pusat untuk menghindari kerumunan yang dapat mengganggu proses penanganan di lapangan.

“Sekali lagi, mudah-mudahan kejadian ini yang terakhir agar masyarakat juga menjaga lingkungannya. Kalau ini selalu terjadi, pasti akan rugi bagi kita semua,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rano juga menyinggung persoalan permukiman warga yang berdiri di atas lahan milik Sekretariat Negara (Setneg).

Menurut dia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendorong warga untuk mempertimbangkan tinggal di rumah susun agar memiliki hunian yang lebih layak.

“Tadi saya ngomong dengan beberapa warga, ‘enggak mau coba di rumah susun?’. Aduh Bang, kita lahir di sini Bang, bahkan yang namanya ari-ari kita ditanam di sini. Saya bilang, saya lahir di Kemayoran, di Kepu, ari-ari saya juga saya tanam di Kemayoran, masa kita mau berjubel-jubel tinggal di sini?” ujar Rano.

Ia menegaskan bahwa tinggal di rumah susun dinilai dapat memberikan kualitas hidup yang lebih baik dibandingkan tinggal di kawasan permukiman padat. Sementara terkait dokumen kependudukan warga yang hilang atau terbakar akibat kebakaran, Rano memastikan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) telah bergerak membantu proses penggantian dokumen. “Dukcapil kita juga sudah menyerahkan KK, KTP. Artinya segera melapor kalau memang belum ada yang menemukan, segera melapor kepada dinas terkait agar semua dokumen disiapkan,” kata dia. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *