PSG Perlihatkan Karakter yang Menawan

Pemain PSG mengelukan Achraf Hakimi yang mencetak gol kedua ke gawang Arsenal.

PARIS – Paris Saint-Germain (PSG) mendepak Arsenal di semifinal Liga Champions dengan agregat 3-1. Dalam pertandingan leg kedua di Parc des Princes, Kamis (8/5/) dini hari WIB, Les Parisiens menang 2-1.

Dalam laga itu PSG unggul 1-0 di babak pertama lewat gol Fabian Ruiz. PSG menggandakan keunggulan selepas turun minum melalui gol Achraf Hakimi. Arsenal memperkecil ketertinggalan lewat gol Bukayo Saka.

Itu juga berarti PSG sudah menyingkirkan tim Premier League di tiga babak Liga Champions secara beruntun. Sebelumnya, mereka menyisihkan Liverpool di 16 besar dan Aston Villa di perempatfinal.

Pada fase liga Liga Champions, PSG juga mencatatkan kemenangan atas tim Premier League. Mereka mengalahkan Manchester City dengan skor 4-2 di matchday 7. PSG pun sukses memperlihatkan karakter yang menawan.

Pelatih PSG Luis Enrique tidak tahan untuk menanggapinya dengan candaan soal ‘liga petani’.  Itu merujuk ke Ligue 1 yang kerap dilabeli ‘liga petani’ oleh fans. “Liga petani, kan? Kami liga petani!. Itu bagus. Sekarang kami menikmati bukan hanya hasil tapi juga pujian dari semua orang yang bicara soal tim kami,”  kata Enrique saat diwawancara oleh TNT Sports.

Ia menegaskan bahwa timnya tahu bagaimana caranya bermain. “Kami tim yang masih muda, tapi mental dan karakter, dan juga bagaimana cara kami bermain, saya kira itu bagus. Saya juga harus kasih selamat untuk para pemain saya karena mereka hebat,” kata Enrique.

Ini jadi final kedua untuk PSG di Liga Champions. Gianluigi Donnarumma dkk. akan menghadapi Inter Milan di final Liga Champions pada 31 Mei di Allianz Arena, Munich.

Pemain PSG, Joao Neves  mengatakan timnya lebih baik dari Arsenal. Dia pun antusias akan berlaga di final Liga Champions. ” Arsenal adalah tim yang sangat kuat, ada banyak kualitas individu dan sebagai sebuah tim. Tapi, saya pikir kami adalah tim yang lebih baik. Kami bahagia bisa di sini, final Liga Champions. Sangat penting untuk kami bisa meraih kemenangan dan kami mempunyai kesempatan untuk menggapai gelar juara Liga Champions,” kata Joao Neves di BBC.

Di laga itu  Donnarumma tampil gemilang. Ia pun  mendapat pujian atas performa impresifnya selama dua pertandingan melawan Arsenal. Kiper asal Italia itu tercatat melakukan sembilan penyelamatan selama dua pertandingan, empat di antaranya di leg kedua.

Pada leg kedua, PSG mendapat tekanan dari Arsenal sejak menit-menit awal. Tim tamu mengancam lewat Gabriel Martinelli dan Martin Odegaard, tapi Donnarumma melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkannya.

Donnarumma juga menghalau upaya Bukayo Saka yang mengarah ke pojok atas gawang. Ia juga tampil impresif di leg pertama dan membantu PSG pulang dari London dengan tidak kebobolan.

Performa  bagus Donnarumma pun mendapat pengakuan dari manajer Arsenal Mikel Arteta. Arteta menyebut Donnarumma menjadi pembeda. “Ketika Anda melihat siapa yang jadi pemain terbaik selama dua pertandingan, itu adalah kiper mereka. Dia membuat perbedaan untuk mereka,” ujar Arteta kepada TNT Sports.

Walau demikian Arteta sendiri menilai timnya sudah sangat  bagus dan mendominasi di sebagian besar jalannya laga.  “Pertama, selamat untuk PSG telah mencapai final. Asesmennya akan saya buat ketika saya agak lebih ‘dingin’. Jika melihat ke kedua pertandingan, pemain terbaik mereka di lapangan adalah kiper.  Kami sangat nyaris, jauh lebih nyaris ketimbang yang ditunjukkan oleh hasilnya. Tapi sayangnya kami tersingkir. Saya sangat bangga dengan para pemain,” kata Arteta.

Arteta juga meyakini The Gunners adalah tim terbaik di kompetisi ini. “Dari yang saya lihat, 100% saya kira tidak ada tim yang lebih baik (daripada Arsenal) di kompetisi ini, tapi kami tersingkir. Kompetisi ini adalah soal kotak penalti dan di kedua kotak itu adalah striker dan kiper, dan punya mereka yang terbaik di kedua pertandingan,” kata Arteta

Gelandang Arsenal Declan Rice menyayangkan kegagalan timnya bikin gol cepat di leg kedua. Rice pun memuji kiper PSG asal Italia itu sembari menyayangkan kegagalan Arsenal mencetak gol di menit-menit awal.

“Ini bikin patah hati. Startnya sangat dominan, kalau Anda mencetak gol dari salah satu peluang itu di 15-20 menit pertama, pertandingannya akan berubah total. Itulah margin tipis dalam sepakbola. Rasanya seperti memang bukan takdirnya. Kami sudah memberikan segalanya di kompetisi ini. Selama dua leg, kami bisa saja mencetak tiga atau empat gol tapi Donnarumma luar biasa,”  ujar Rice kepada TNT Sports.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *