Padi huma masyarakat Baduy hasil panen bulan Maret 2025 dijemur dengan cara digantung ikatan gabah menggunakan bambu agar cepat kering terkena sinar matahari.
LEBAK (LB)- Produksi panen padi huma milik pertanian masyarakat Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten menurun akibat serangan hama penyakit tanaman.
“Kami memprediksikan panen padi huma tahun ini menurun sekitar 50 persen dari lahan seluas 1 hektare yang biasanya 2 ton, namun kini menjadi 1 ton,” kata Santa (55), seorang petani Baduy saat dihubungi di Rangkasbiting Kabupaten Lebak, Jumat (21/3).
Selama ini, petani Baduy secara serentak panen raya padi huma dan berlangsung sampai satu pekan ke depan.
Petani Baduy menanam padi huma memasuki masa panen selama enam bulan dengan tanam Oktober 2024 sampai Maret 2025, sebab menggunakan benih lokal.
Menurunnya produksi padi huma itu akibat adanya serangan hama pengganggu tanaman juga dampak kemarau saat melakukan gerakan tanam, katanya.
Menurut dia, sebagian petani Baduy memanen padi huma di kawasan tanah hak ulayat adat juga sebagian lainnya di kawasan luar adat, seperti di Leuwidamar, Sobang, Cirinten, Cileles, Muncang, Gunungkencana dan Bojongmanik.
Bagi petani Baduy yang panen padi huma di luar hak ulayat adat dengan sistem menyewa di lahan milik Perum Perhutani maupun lahan orang lain.
“Kami menggarap lahan padi huma milik Perum Perhutani dengan sistem sewa,” kata Santa.
Ia mengatakan, panen raya padi huma di wilayahnya di Kecamatan Gunungkencana hingga puluhan hektare di lahan milik Perum Perhutani yang digarap petani Baduy mencapai ratusan orang.
Masyarakat Baduy menempati lahan milik negara itu untuk dijadikan areal pertanian tanaman padi huma dengan sistem tumpang sari bersama tanaman sayuran, palawija dan tanaman keras. “Kami merasa bersyukur hasil panen padi huma masih menghasilkan produksi dan pendapatan ekonomi,” kata Santa. *
