Pramono Tak Akan Cabut KJP Pelajar yang Ikut Demo di DPR

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI tidak berencana mencabut bantuan Kartu Jakarta Pintar (KJP) bagi pelajar yang terlibat dalam aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI sejak Senin (25/8).

JAKARTA (LB)- Gubernur Jakarta, Pramono Anung mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) tidak akan mencabut bantuan Kartu Jakarta Pintar (KJP) bagi pelajar yang terlibat dalam aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI sejak Senin (25/8).

Pramono menegaskan, kebijakan mengenai KJP sepenuhnya menjadi kewenangan Pemprov Jakarta. “Jadi urusan KJP itu kewenangan sepenuhnya pemerintah Jakarta. Dan dalam hal ini tidak ada keinginan kami untuk mencabut KJP,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (29/8).

Meski sempat terdampak aksi unjuk rasa, Pramono memastikan kegiatan belajar-mengajar di Jakarta umumnya tetap berjalan normal. Namun, ada beberapa sekolah yang memilih meliburkan siswa dan menerapkan sistem belajar dari rumah.

“Saya sudah berkoordinasi dengan kepala dinas (Disdik), memang ada beberapa sekolah yang meminta untuk diliburkan. Artinya melakukan work from home, tetapi sebenarnya hampir sebagian besar sekolah di Jakarta sekarang ini berjalan normal,” ujarnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi mengingatkan agar pelajar tidak ikut serta dalam aksi demonstrasi. Ia menegaskan, penyampaian pendapat di ruang publik bukanlah tempat bagi anak-anak usia sekolah.

“Kapolres Jakpus sudah mengingatkan, penyampaian pendapat bukan tempatnya anak-anak pelajar. Jangan ikut-ikutan, karena ini bukan tugas kalian,” kata Ade.

Ade menambahkan, banyak pelajar yang terprovokasi ajakan di media sosial hingga terlibat perusakan fasilitas umum. “Pihak yang menyebar ajakan ke pelajar, setop. Kasihan, mereka harus belajar,” ujarnya. Polisi mencatat ratusan pelajar terlibat dalam aksi sejak Senin lalu. Dari 351 orang yang diamankan, sebanyak 196 di antaranya merupakan pelajar di bawah usia 18 tahun. Pada aksi lanjutan, Kamis (28/8), polisi kembali mencegah 120 pelajar yang hendak bergabung ke lokasi demonstrasi.

Mereka ditangkap di sejumlah titik di Jabodetabek sebelum tiba di Kompleks DPR, Senayan. “Yang pertama itu di Bekasi Kabupaten, kemudian di daerah Bekasi Kota, yang ketiga di Tangerang Kota, yang keempat di Depok, dan yang kelima di Jakarta Pusat. Total ada 120 pelajar yang berhasil kami cegah, kami lindungi,” kata Ade Ary. Menurut Ade, hasil interogasi awal menunjukkan mayoritas pelajar datang karena ajakan yang mereka temukan di media sosial. “Berdasarkan interogasi komunikasi awal rekan-rekan kami di lapangan secara humanis, diajak ngobrol baik-baik, mereka mengakui bahwa datang ke sini untuk demo karena ikut ajakan medsos,” ucap Ade. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *