Gubernur Jakarta, Pramono Anung saat mengunjungi RW 01 Kelurahan Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat, Kamis (15/5).
JAKARTA (LB)- Gubernur Jakarta, Pramono Anung mengatakan bakal menyewa kamera pengawas (CCTV) yang akan dipasang di wilayah padat penduduk.
Pramono mengatakan, ia lebih memilih menyewa CCTV karena dinilai lebih hemat dan efisien dibandingkan dengan pembelian unit baru.
“Untuk CCTV, kami tidak akan lagi membeli unit baru untuk masing-masing RT/RW. Sekarang kami akan sewa, karena jauh lebih murah dan proses pengadaannya lebih cepat,” kata Pramono di Kelurahan Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat, Kamis (15/5).
Menurut dia, keputusan ini diambil setelah melakukan evaluasi bersama tim internal di Balai Kota dan berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Jakarta serta Jakarta Smart City.
“Kalau beli, biaya maintenance-nya lebih mahal dan pengadaannya lebih rumit. Tapi kalau sewa, jaringan sudah ada, tinggal aktifkan,” ujarnya.
Selain itu, Pramono menilai pengadaan dengan menyewa CCTV hanya membutuhkan waktu lima sampai enam bulan. Sementara itu, jika membeli sendiri diperlukan waktu lebih lama.
Pramono menekankan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari pendekatan keamanan yang lebih terintegrasi dan efisien di wilayah perkotaan.
Menurut Pramono, CCTV yang dipasang bukan hanya untuk memantau tindak kriminal, tetapi juga untuk mencegah peredaran narkoba dan perundungan di lingkungan permukiman padat.
Ia juga menyampaikan bahwa sistem pengawasan berbasis sewa ini akan diintegrasikan secara menyeluruh, bukan hanya dipasang sporadis berdasarkan wilayah administratif terkecil seperti RT atau RW. Adapun penyediaan CCTV ini merupakan langkah yang sejalan dengan program 100 hari kerja Pramono sebagai bentuk layanan dasar dan rasa aman warga di kawasan padat dan rawan. *
