Foto bersama Eka Tjandranegara, Janto Tjahjadin, Abraham Rudy, Hendro Luhur, Helga Abraham, Zheng Yingying, dan peserta The 23rd Teochew International Convention.
CHAOZHOU – RombonganPerkumpulan Teo Chew Nusantara yang dipimpin Ketua Umum Eka Tjandranegara menghadiri ajang akbar The 23rd Teochew International Convention (Konferensi Teochew Internasional ke-23) yang berlangsung Chaozhou, Guangdong, RRT, 28 – 30 November 2025 lalu.

Ikut dalam rombongan Teo Chew Nusantara adalah Janto Tjahjadin (yang juga Ketua Perhimpunan Teo Chew Indonesia(Jakarta)),Roger Tjakradisurya, Abraham Rudy, Lin Youde, Hartawan, Serihana, Helga Abraham, Sekretaris Jenderal Hendro Luhur.
Chaozhou yang dikenal sebagai ‘kampung halaman spiritual’ bagi jutaan perantau Teochew, memikul warisan budaya yang mendalam serta ikatan emosional yang kuat bagi warga diaspora. Untuk pertama kalinya dalam 45 tahun, perhelatan besar masyarakat Teochew kembali digelar di tanah leluhur, sebuah langkah yang mencerminkan semangat patriotisme, penguatan identitas suku Tionghoa dan konsolidasi kekuatan diaspora Teochew.

Acara pembukaan menghadirkan sejumlah agenda penting. “Direktori Bisnis Teochew” resmi diluncurkan, disertai peresmian kerja sama rantai pasok “Produk Teochew ke Luar Negeri, Produk Unggulan Masuk ke Teochew”.

Sejumlah kamar dagang juga menandatangani nota kesepahaman kerja sama. Inisiatif ini mengusung prinsip “pembangunan bersama, berbagi bersama, dan menang bersama”, serta mendorong pembentukan mekanisme hubungan yang terstruktur dan berkelanjutan antara Chaozhou dan pasar-pasar internasional.

Sistem terintegrasi “Sabuk Industri Chaozhou + Jaringan Diaspora Teochew Global + Gudang Luar Negeri” diharapkan membawa industri Chaozhou memasuki tahap baru integrasi rantai pasok global.
Pada bidang budaya dan filantropi, acara tersebut meresmikan Pusat Pameran Sejarah dan Budaya Teochew Dunia serta mengumumkan proyek pembangunan “Taman Teochew”.
Kedua proyek ini, yang mengusung nama “Teochew”, menampilkan komitmen untuk melestarikan budaya sekaligus mencerminkan kepedulian sosial masyarakat Teochew sedunia.

Inisiatif filantropi juga diperkuat lewat proyek penyusunan “Catatan Filantropi Teochew”, yang dipaparkan dalam konferensi. Proyek ini bertujuan mendokumentasikan dan melestarikan sejarah filantropi masyarakat Teochew secara sistematis.

Saat ini telah dihimpun sekitar 1 juta kata dokumentasi yang mencakup lebih dari 700 tokoh filantropi. Selain versi cetak, dikembangkan pula Database Filantropi Teochew, yang memungkinkan penyimpanan permanen, pencarian cepat dan akses terbuka bagi publik.
Panitia juga menyelenggarakan serangkaian kegiatan dengan fokus pada empat bidang utama: Studi Teochew, Bisnis Teochew, Pemuda Teochew dan Teochew Expo.

Untuk mempererat hubungan emosional dengan kampung halaman, panitia juga menggelar parade bendera organisasi Teochew internasional, pengalaman budaya di Kota Tua Chaozhou, dan pameran kerajinan warisan budaya takbenda Guangdong (Chaozhou).

Para delegasi dari luar negeri menyampaikan kesan mendalam atas penyelenggaraan acara di tanah leluhur. Ketua Eksekutif Federasi Pengusaha Teochew Amerika Serikat dan Kamar Dagang Teochew Washington, Wu Zeying, mengatakan konferensi tahun ini memiliki makna yang sangat mendalam.

“Ini bukan sekadar mengunjungi kampung halaman, melainkan sebuah penelusuran kembali terhadap akar budaya dan ikatan emosional. Dalam hembusan angin Sungai Han dan lantunan dialek Teochew yang akrab, kami menyaksikan wajah baru kota kelahiran kami,” kata Wu Zeying.***

