Penelitian Temukan Senyawa Kopi Bekerja  Lebih Kuat dari Obat Diabetes

JAKARTA(LB)- Kopi saat ini tidak hanya dimanfaatkan sebagai minuman mencegah ngantuk dan penambah energi. Kopi juga kini disebut berpotensi membantu untuk mengendalikan kadar gula darah, terutama pada penderita diabetes.

Ilmuwan menemukan bahwa senyawa baru dalam kopi yang pada uji laboratorium bekerja lebih kuat dibanding obat diabetes tipe 2 yang umum digunakan.

Temuan tersebut berasal dari penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Beverage Plant Research. Penelitian ini dipimpin oleh Minghua Qui dari Kunming Insititute of Botany, Chinese Academy of Sciences, yang meneliti biji kopi Coffea arabica yang sudah disangrai.

Hasilnya peneliti menemukan enam senyawa baru dengan tiga antaranya menunjukkan aktivitas paling kuat dalam menghambat enzim a-glukosidase. Enzim ini berperan penting dalam memecah karbohidrat saat proses pencernaan, sehingga memengaruhi seberapa cepat gula masuk ke aliran darah.

Tiga senyawa utama tersebut diberi nama caffaldehydes A, B, dan C. Dalam uji laboratorium, ketiganya mampu menghambat kerja a-glukosidase dengan nilai IC?? Antara 17,50 hingga 45,07 mikrometer.

Angka tersebut dinilai lebih kuat dibandingkan dnegan acarbose, obat diabetes tipe 2 yang digunakan sebagai pembanding dalam penelitian tersebut.

“Semakin kecil nilai IC??, semakin kuat kemampuan senyawa tersebut dalam menghambat enzim,” tulis laporan penelitian tersebut, dikutip dari Science Daily, pada Selasa, 20 Januari 2026.

Menurut Minghua Qiu, temuan ini membuka peluang pengembangan kopi sebagai pangan fungsional, yakni makanan dan minuman yang tidak hanya memberi nutrisi dasar, tetapi juga mendukung kesehatan tubuh.

“Penelitian ini menunjukkan bahwa kopi mengandung molekul bioaktif yang berpotensi membantu pengendalian gula darah,” kata Minghua.

Meski demikian, ditegaskan juga bahwa penelitian ini masih dalam tahap awal dan belum bisa langsung diterapkan pada manusia. Para peneliti menekankan bahwa temuan ini bukan berarti kopi bisa menggantikan obat diabetes, serta diperlukan penelitian lanjutan pada hewan dan manusia untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.

“Langkah berikutnya adalah menguji apakah senyawa ini aman dan bekerja efektif di dalam tubuh manusia,” pungkas laporan penelitian tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *