Pemkot Jakpus Targetkan Pengelolaan Sampah Berujung ‘Zero Waste’

Wali Kota Jakarta Pusat Arifin (dua kanan) didampingi Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat, Slamet Riyadi (kanan) meninjau lokasi bank sampah di lingkungan Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Senin (6/7).

JAKARTA (LB)- Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat (Jakpus) menargetkan pengelolaan sampah di wilayah setempat dapat mengarah pada konsep zero waste melalui penguatan pemilahan dan pengolahan sampah sejak dari sumber.

Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin mengatakan upaya tersebut dilakukan mengingat terbatasnya kapasitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang sehingga seluruh wilayah diminta agar mengurangi volume sampah yang dikirim ke lokasi tersebut.

“Sebagaimana yang sudah dikeluarkan oleh Pak Gubernur dalam bentuk Instruksi Nomor 5 Tahun 2026, kita semua sudah mengawali. Saya berharap Jakarta Pusat ini bisa zero waste, baik sampah organik maupun anorganik,” kata Arifin di Jakarta, Senin (6/7).

Dia menuturkan pihaknya telah melakukan sosialisasi yang tidak hanya menyasar rumah tangga, tetapi juga hotel, pusat perbelanjaan, pertokoan, perkantoran serta lingkungan Kantor Wali Kota Jakarta Pusat.

Menurut dia, langkah utama yang harus dilakukan adalah memastikan setiap rumah tangga melakukan pemilahan sampah dari sumber sehingga volume sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang dapat terus ditekan.

Arifin mengakui pelaksanaan pemilahan sampah di tingkat kelurahan masih beragam.

Sejumlah wilayah telah mencapai sekitar 30 persen, sementara sebagian lainnya masih berada pada kisaran 11 hingga 20 persen.

Meski demikian, Pemkot Jakpus tetap berupaya mempercepat pelaksanaan program tersebut agar target pengurangan volume sampah dapat tercapai.

“Jadi, kita tidak bisa berlama-lama, harus secepat mungkin memastikan bahwa pilah sampah itu betul-betul sudah bisa dilakukan di setiap rumah tangga,” ujar Arifin.

Sebagai bentuk pemantauan, pihaknya memasang stiker pada rumah warga yang telah menerapkan pemilahan sampah sehingga dapat dibedakan dengan rumah yang belum melaksanakan pilah sampah.

Selain mendorong pemilahan sampah, Pemkot Jakarta Pusat juga mengembangkan pengolahan sampah organik dan anorganik agar sampah tidak seluruhnya dibawa ke tempat pemrosesan akhir.

Arifin menambahkan pihaknya menargetkan pengurangan volume sampah melalui pemilahan dan pengolahan terus meningkat dalam beberapa bulan ke depan. “Kita berharap di Agustus sudah 50 persen, minimal separuhnya harus bisa ditangani,” ungkap Arifin. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *