Pemkab Lebak Jamin Petani Gagal Panen Dapat Ganti Rugi Melalui AUTP

Areal tanaman padi di Kabupaten Lebak, Banten selamat dari ancaman banjir.

LEBAK (LB)- Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten menjamin petani gagal panen akibat terendam banjir, bisa dilakukan ganti rugi melalui Asuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP).

“Kita hari ini melakukan pengecekan data petani yang masuk peserta AUTP agar mendapatkan ganti rugi,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar di Lebak, Senin (26/1).

Areal persawahan di sejumlah kecamatan di Kabupaten Lebak yang terdampak bencana alam, seperti terendam banjir juga longsor akibat curah hujan tinggi.

Para petani harus mengalami gagal panen atau puso, karena tergenang air selama satu pekan lebih yang mengakibatkan batang tanaman padi mati dan membusuk.
Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Provinsi Banten, jumlah areal persawahan di Kabupaten Lebak yang terendam banjir seluas 211 hektare dan 108 hektare mengalami puso.

Oleh karena itu, petani yang masuk peserta AUTP dipastikan akan diganti biaya produksi agar mereka kembali melaksanakan gerakan percepatan tanam.

Selain itu juga pemerintah daerah akan menyalurkan bantuan sarana produksi berupa benih padi unggul dan pupuk kepada petani yang gagal panen tersebut.

“Kami berharap petani tetap bisa melaksanakan indeks pertanaman (IP) padi guna mendukung produksi pangan,” kata Rahmat.
Arsani, seorang petani di Desa Cisangu Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak mengatakan petani di wilayahnya sekitar 50 hektare terendam banjir dan gagal panen.

“Kami merasa senang dan lega adanya bantuan sarana produksi agar petani yang gagal panen bisa melaksanakan gerakan percepatan tanam,” katanya menjelaskan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Sukanta mengatakan cuaca ekstrem yang ditandai hujan lebat disertai angin kencang masih berpeluang hingga Februari 2026, sehingga masyarakat agar tetap waspada agar tidak menimbulkan korban jiwa.

Selain itu juga bencana yang terjadi di awal Januari 2026 di Kabupaten Lebak terdapat beberapa lokasi mulai korban pergerakan tanah, banjir, longsor hingga areal persawahan tergenang air. “Kami minta masyarakat agar waspada menghadapi cuaca ekstrem itu,” katanya menjelaskan. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *