Arsenal Selalu Impikan Trofi Liga Inggris

Dua pemain Arsenal menghampiri Declan Rice  yang mencetak gol ke gawang Newcastle United.

LONDON – Arsenal berhasil mengalahkan Newcastle United 1-0 dalam lanjutan Liga Inggris yang berlangsung di Emirates Stadium, Minggu (18/5) malam WIB. Meriam London pun menyegel tiket ke Liga Champions.

Gol kemenangan Arsenal tercipta di babak kedua lewat Declan Rice. Hal itu memastikan Arsenal mengunci tiket ke Liga Champions untuk musim depan. Arsenal  berada di posisi kedua dengan 71 poin.  Arsenal pun kembali jadi runner up Liga Inggris.

Arsenal sudah kalah tiga kali dari perebutan gelar juara Liga Inggris oleh Manchester City dan sekali oleh Liverpool. Meriam London sejatinya punya skuad yang terus kuat di tiap musimnya.

Hanya saja, badai cedera jadi batu sandungan dan dibarengi oleh inkonsistensi. Tiada kedalaman di lini serang khususnya penyerang tengah, bikin Arsenal kalah bersaing dengan rival-rivalnya.

Musim ini, Kai Havertz dan Gabriel Jesus sebagai pemain ‘nomor 9’ kebanyakan cedera. Para penggemarnya juga penuh harapan, semoga Arsenal beli striker baru.

Manajer Arsenal, Mikel Arteta menyebut timnya memang kecewa gagal juara lagi. Namun mimpi untuk jadi kampiun Liga Inggris, belumlah runtuh. “Kami punya mimpi yang jelas, yaitu mempersembahkan trofi kepada para penggemar. Sayangnya, kami belum melakukannya karena berbagai situasi yang kami alami. Mengejar mimpi tidaklah membingungkan. Para penggemar juga harus melihat semua hal luar biasa yang telah tim lakukan. Pola pikir kami untuk jadi juara sudah tertanam kuat dan tidak akan runtuh,”  kata Arteta kepada BBC.

Dalam wawancara dengan Sky Sports Arteta sendiri mengaku pernah berpikir akan mengangkat trofi juara Premier League di laga kandang terakhir musim ini. Namun faktanya kini The Gunners masih harus berjuang lolos ke Liga Champions musim depan.

“Pada awal musim, jika saya harus membayangkan saat itu, yakni memainkan laga kandang terakhir di hari terakhir dan mengangkat (trofi) Premier League. Itulah yang ada di kepala saya. Sekarang, dengan semua yang telah kita lalui dalam 11 bulan terakhir, saya pikir kami semua dapat menegakkan kepala kami tetapi masih merasakan sakit di hati, karena itulah yang ingin kita capai,” ujar Arteta.

Musim ini, Arsenal juga kalah di semifinal Carabao Cup, semifinal Liga Champions, dan ronde ketiga Piala FA. Saat ditanya lebih lanjut alasan utama di balik semua kegagalan itu, Arteta dengan tegas menjawab bahwa badai kartu merah dan cedera pemain jadi pemicu. “Kartu merah dan badai cedera, tentu saja,” ujarnya.

Musim ini, Arsenal sudah mendapat enam kartu merah di enam laga Liga Inggris, lima di antaranya berujung tiga hasil imbang dan dua kekalahan. Para pemain mereka pun bergantian masuk ruang perawatan.

“Tanpa semua itu, kami tak tahu apa yang akan terjadi. Apakah kami akan lebih dekat (sebagai juara)? Bagi saya, jawabannya jelas ya. Karena apa yang telah kami tampilkan selama ini. Namun kami harus melakukan sesuatu yang lain (musim depan) karena standar akan meningkat. Dan ketika Anda melihat poin yang kami peroleh dalam tiga musim terakhir, konsistensi tidak memenangkan gelar sangat jarang terjadi. Jadi kami sangat dekat, sangat dekat dengan kemungkinan (menjadi juara), kami harus terus berada di atas dan menjadi lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, manajer Newcastle United Eddie Howe berbicara kepada BBC Radio 5 Live setelah kekalahan timnya. “Itu adalah penampilan babak pertama yang sangat kuat dari kami, kami tampak percaya diri. Saya sangat senang, kecuali aksi terakhir, penyelesaian akhir agak kurang baik. Saya harus mengatakan David Raya bermain dengan baik,” ujarnya.

Hanya saja di babak kedua, performa timnya agak menurun. “Saya tidak bisa meminta lebih dari para pemain, tempat yang sulit untuk didatangi. Kami mungkin tidak bermain sebaik mungkin di babak kedua dan itulah yang mungkin membuat kami kalah dalam pertandingan,” tuturnya.

Ia juga menyinggung tentang cederanya Alexander Isak yang membuatnya absen dari pertandingan terakhir musim ini. “Masih terlalu dini untuk mengatakannya. Aneh, karena ia merasakannya setelah latihan. Melakukan pemindaian pagi ini untuk mengetahui seberapa parah cederanya. Mudah-mudahan, ia akan tersedia, tetapi kami tidak tahu,” urainya.

Terkait  tiket ke Liga Champions, ia menyampaikan timnya memang sudah berjuang untuk hal itu. “Di pertengahan musim, kami tidak berada dalam posisi yang bagus. Kami bekerja keras untuk sampai di sini. Saya merasa itu akan berlangsung hingga akhir. Ini adalah persaingan yang sangat ketat. Kami memiliki satu pertandingan lagi untuk melaksanakan apa yang kami butuhkan,” tandasnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *