Pembangunan Perumahan Sentul City, Perparah Banjir di Babakan Madang, 144 Kepala Keluarga Terdampak

Rumah warga di Desa Cijayanti jebol akibat diterjang banjir di Desa Cijayanti, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Rabu (11/2).

BABAKAN MADANG (LB)- Staf Desa Cijayanti, Yatno membenarkan dugaan warga, penyebab bencana Banjir di Kampung Carewed dan Kampung Babakan, Desa Cijayanti, Babakan Madang, Kabupaten Bogor ada dampak dari pembangunan perumahan Cluster Sanctuary, Sentul City.

Yatno menuturkan, sebenarnya sejak Tahun 2013 Kampung Carewed dan Kampung Babakan kerap terjadi bencana banjir namun tingginya hanya sebetis semata atau sebetis kaki. Namun, semenjak adanya perumahan mewah Sanctary Sentul City, lalu jalan dan jembatan lebih tinggi dari permukiman, hingga banjir jauh bertambah.

Bencana banjir di Desa Cijayanti, Babakan Madang paling  parah terjadi pada Rabu sore hingga malam kemarin, di mana titik ketinggian banjir mencapai 2 meter. Karena tingginya air yang disertai lumpur, sejumlah warga Kampung Carewed, rumah atau dindingnya pun jebol atau ambruk.

Tak hanya itu, Jalan Cijayanti yang kerap dilalui Presiden Prabowo Subianto baik saat menuju kediamannya di Desa Bojong Koneng, Babakan Madang atau saat menuju ke Jakarta juga tergenang air banjir hingga sebetis kaki laki – laki dewasa.

“Kampung Carewed dan Kampung Babakan memang kerap terjadi bencana banjir tapi dulu hanya semata atau sebetis kaki. Sejak Tahun 2021, semenjak terbangunnya perumahan ketinggian banjir terus bertambah hingga paling parah kemarin malam,” ucap Yatno kepada wartawan, Kamis (12/2).

Yatno menuturkan, sejak kemarin malam, dua unit alat berat Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Bogor sudah berada di samping Jembatan Cijayanti.

“Sejumlah personel DPU Kabupaten Bogor pun akan melakukan normalisasi Kali Cijayanti untuk memperkecil resiko terjadi kembali bencana banjir,” tutur Yatno.

Ia menambahkan, pada Tahun 2024 lalu, Kementerian Pekerjaan Umum juga sudah menormalisasi Kali Cijayanti, namun ternyata bencana banjir terjadi lagi.

144 Kepala Keluarga Terdampak

Luapan air merendam permukiman warga di Kampung Cicerewed RW 01 RT 01, 02, 03, 04, dan 05 serta meluber ke Jalan Cijayanti jalur RI 1, tepatnya di depan Perumahan Sanctuary hingga Jembatan Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang.

Data sementara mencatat sebanyak 144 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di Desa Cijayanti, Babakan Madang. Rinciannya, di RW 01 terdapat 116 KK terdampak, RW 02 sebanyak 18 KK, dan RW 06 sebanyak 10 KK.

Dari total tersebut, 8 rumah dilaporkan mengalami rusak berat. Sementara 136 KK lainnya terdampak tanpa kerusakan bangunan, namun mengalami kerugian materiil akibat genangan air dan lumpur.

Pranata Humas BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat mengatakan banjir dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Babakan Madang tersebut sejak siang hari.

“Curah hujan tinggi menyebabkan Kali Cisarapati meluap hingga merendam permukiman warga dan Jalan Cijayanti. Total sementara tercatat 144 KK terdampak dan 8 rumah mengalami rusak berat,” kata Hadi dalam keterangannya, Kamis (12/2).

Hadi menambahkan, petugas gabungan telah melakukan penanganan di lokasi. BPBD bersama pemerintah desa, Dinas Sosial, Damkar, PMI, Tagana hingga Dinas Kesehatan turun untuk melakukan asesmen dan evakuasi warga.

Adapun kebutuhan mendesak bagi warga terdampak rusak berat antara lain relokasi sementara ke kontrakan, sembako, perlengkapan mandi, air bersih dan air minum, matras, selimut, serta pakaian.

Sementara bagi 136 KK terdampak tanpa kerusakan rumah, dibutuhkan bantuan logistik berupa sembako, perlengkapan mandi, pakaian, air bersih dan air minum, serta matras dan selimut. BPBD mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang masih berpeluang terjadi di wilayah Bogor dan sekitarnya. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *