Ketum MATAKIN Xs. Budi S. Tanuwibowo saat menyampaikan materi DAK.
BALI (LB)–Tantangan masa depan Rohaniwan semakin luas, tidak hanya mengemban tugas dalam pelayanan terhadap umat, tugas Rohaniwan lebih luas adalah sebagai kompas dalam ilmu keagamaan untuk mengarahkan umat kepada jalan yang sesuai dengan akidah.
Angka kebutuhan Rohaniwan ditiap daerah juga menjadi tantangan tersendiri untuk Agama Khonghucu khususnya MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia) sebagai Majelis yang menaungi Agama Khonghucu di Indonesia.
Percepatan pemerataan SDM Rohaniwan Khonghucu saat ini adalah upaya yang digeber oleh MATAKIN dalam hal ini bekerjasama dengan Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu untuk mengupayakan pengoptimalan fungsi Rohaniwan Khonghucu diseluruh wilayah Indonesia.
Upaya pengoptimalan pelayanan Rohaniwan Khonghucu dimulai dengan membekali calon Rohaniwan dengan pelatihan.

MATAKIN bersama Pusbimdik (Pusat Bimbingan Dan Pendidikan) Khonghucu menyelenggarakan Pelatihan Calon Rohaniwan Khonghucu Angkatan IV – Bali selama tiga hari (1 – 3 Mei 2025).
Pelatihan pada Angkatan ini diisi dengan 40 orang peserta dari Bali serta 9 peserta dari Kota Palembang dan Manado yang mengikuti pelatihan secara daring.
Dilaksanakan di Balai Diklat Keagamaan Denpasar, pelatihan dihadiri oleh Kasubbag TU Balai Diklat Keagamaan Kementerian Agama Provinsi Bali Ngapirin, Ketua Tim Ortala dan KUB Ni Made Wina Maya Lestari, Ketua Umum MATAKIN Xs. Budi S. Tanuwibowo, Sekretaris Dewan Rohaniwan MATAKIN Ws Sunarta Hidayat, serta narasumber yang mengisi materi pelatihan terdiri dari Ws. Budi Suniarto, Ws. Gunadi, dan Ws. Yudi .
Berlangsung intens selama tiga hari, kegiatan tersebut diisi dengan materi Tata Laksana Kebaktian, Pelayanan Duka, Bimbingan Perkawinan dan Pelayanan Suka, Dasar-Dasar Keimanan dan Pokok-Pokok Ajaran Khonghucu, Sumber-Sumber Ajaran Khonghucu dan Komunikasi Efektif – Jiangdao.

Sebuah kemajuan terlihat dari antusias peserta kegiatan yang mengikuti terdiri dari berbagai usia, tidak hanya diisi dengan peserta senior, beberapa Pemuda Khonghucu terlihat hadir sebagai peserta dalam kegiatan pelatihan tersebut.

Pada kesempatan menyampaikan materi, Ketum MATAKIN Xs Budi menyentil perkara tantangan masa depan Rohaniwan dan umat Khonghucu, Xs Budi menyebutkan berbagai tantangan Agama Khonghucu dimasa depan, termasuk peran pemuda Khonghucu di dalam mengembangkan Khonghucu dimasa depan.
“Kalau bisa yang muda – muda ini berperan aktif dalam meneruskan estafet ajaran Khonghucu di Indonesia, kalau bukan yang muda, siapa lagi yang akan memimpin dan meneruskan” ujar Budi. **
