OJK dan Kemenkeu Bentuk Tim Kerja Benahi Pasar Modal

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sepakat akan membentuk tim kerja untuk membenahi persoalan yang ada di pasar modal. Tim kerja akan diisi oleh penyelenggara pasar modal atau Self-Regulatory Organization (SRO) dan sejumlah asosiasi.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, menjelaskan pembentukan tim kerja ini diharapkan mampu meningkatkan aspek penerapan good corporate governance (GCG) emiten dan kepercayaan investor pasar modal.

“Jadi kan banyak isu yang diangkat. Tentu tidak bisa diselesaikan dan dibahas semua selesai dalam satu kali pertemuan seperti ini. Jadi untuk itu kami melihat bahwa perlu dibuat semacam satu tim kerja lah untuk melihat beberapa isu hal-hal concern perhatian yang sudah diangkat tadi untuk bisa ditindaklanjuti,”  kata Mahendra kepada wartawan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (9/10).

Selain itu, tim kerja ini juga bekerja ini juga langkah untuk pendalaman pasar. Menurutnya, hal ini penting dilakukan untuk pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lebih baik.

Ia menambahkan, kebijakan fiskal yang dilahirkan pemerintah diharapkan dapat mendorong sektor rill dan memperkuat iklim investasi. Mahendra juga menyebut, banyak pembahasan strategis yang dibahas bersama OJK, Kemenkeu, dan BEI.

“Jadi banyak hal-hal yang sifatnya lebih strategic, lebih ekonomi makro, tapi yang khusus untuk teknis dan berkait pasar modal itu tadi tim kerja,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG akan menguat melesat “to the moon”, seiring kebijakan- kebijakan fiskal hingga moneter yang telah dikeluarkan oleh pemerintah akhir-akhir ini.

“Saya pikir IHSG akan cenderung naik terus, mungkin 10 tahun lagi seperti yang saya bilang tadi. Jadi, in short IHSG to the moon,” kata Purbaya.

Ia meyakinkan bahwa Kemenkeu masih memiliki banyak anggaran yang dapat digunakan untuk mendukung dan mengembangkan pasar modal Indonesia.

Menurut dia, pertumbuhan pasar modal akan sejalan dengan pertumbuhan perekonomian nasional. “Saya masih punya uang cukup banyak untuk menambah lagi kalau diperlukan. Tapi, otomatis kalau ekonominya bagus, pasar saham naik. Jadi, pergerakan di pasar saham menggambarkan ekspektasi investor untuk ke depannya kita seperti apa,” ujar Purbaya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *