BEKASI (LB) – Di tengah tantangan degradasi moral dan pengaruh budaya asing, Mushajuku Indonesia Cabang Bekasi hadir sebagai wadah pembinaan generasi muda melalui seni bela diri modern.
Lembaga yang mengusung konsep “Sekolah Kesatria” ini rutin menggelar latihan di Bekasi Martial Art Camp, GOR Pojok Wahana, Jatiasih, Kota Bekasi. Latihan dilaksanakan dua kali sepekan, setiap Sabtu pukul 07.30–09.30 WIB dan Minggu pukul 09.00–11.00 WIB.
Mushajuku Indonesia awalnya berdiri sebagai Seinen Dojo di Aceh pada Mei 2013. Sejak 18 Desember 2016, lembaga ini bertransformasi di Jakarta dengan nama Mushajuku yang berarti Sekolah Kesatria.
Selain melatih fisik secara efektif, Mushajuku menekankan pembinaan mental, adab, dan moral. Organisasi ini menegaskan tidak terlibat politik praktis maupun isu SARA.
“Fokus kami pada pembinaan agar lahir insan yang bertakwa, berakhlak mulia, dan berjiwa nasionalisme tinggi,” ujar Ketua Umum Mushajuku Bekasi, Dewi Kartini.
Untuk mendukung prestasi, Mushajuku berafiliasi dengan sejumlah federasi, di antaranya Sandro Academy dan Indonesia Beladiri Campuran Amatir (IBCA MMA) untuk MMA, IFKA untuk karate kontak penuh, PBJI untuk ju-jitsu, serta FSI untuk savate. Cabang Bekasi juga mengajarkan bela diri bersenjata tradisional seperti pedang, panahan, tongkat, pisau, dan tombak.
Mushajuku Bekasi menargetkan penanaman karakter kesatria, peningkatan jumlah peserta, penyusunan kurikulum berbasis usia, dan keikutsertaan dalam kejuaraan daerah untuk jangka pendek.
Jangka menengah, dojo ini akan membentuk tim atlet prestasi, mengirim delegasi kejuaraan regional dan nasional, serta membangun program strength & conditioning. Jangka panjangnya, Mushajuku ingin menjadi pusat pembinaan olahraga combat terpadu dan melahirkan atlet yang bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
“Target kami saat ini adalah memperoleh legitimasi keanggotaan resmi dari Pengurus Pusat IBCA-MMA,” kata Dewi Kartini.
Dengan populasi usia produktif Indonesia mencapai 60 persen, Mushajuku melihat bela diri sebagai jawaban atas maraknya kriminalitas, narkoba, dan miras di kalangan pemuda. Melalui latihan sistematis dan kurikulum humanis, Mushajuku Bekasi berupaya mencetak generasi tangguh yang siap menjadi garda terdepan penolong sesama.
