Dybala Rela Dipotong Gaji Demi Bertahan di AS Roma

Paulo Dybala dan petinggi AS Roma.

ROMA – Paulo Dybala masih tetap berseragam AS Roma musim depan usai memperpanjang kontrak. Dybala dikabarkan menurunkan bayarannya demi bertahan Roma.

Dybala sempat berstatus bebas transfer selama dua pekan setelah kontraknya di Roma berakhir pada 30 Juni 2026. Sempat beredar rumor, ia  mendapat sejumlah tawaran, termasuk dari Boca Juniors dan klub Arab Saudi yang menawarkan gaji tinggi.

Pada Senin (13/7) waktu setempat, Roma mengumumkan bahwa penyerang asal Argentina itu sudah menandatangani kontrak baru yang mengikatnya di Olimpico selama satu musim lagi. Dybala masih akan berseragam Roma pada musim 2026/27.

Dilansir Football Italia, kontrak baru Dybala berdurasi satu tahun tanpa opsi perpanjangan. Pemain berusia 32 tahun itu kabarnya mendapat bayaran sedikit di bawah 3 juta Euro per musim.

Jumlah tersebut menurun signifikan dari bayarannya musim lalu. Dybala musim lalu merupakan pemain dengan gaji tertinggi di Roma dengan bayaran sekitar 8 juta Euro per musim.

Lolosnya Roma ke Liga Champions menjadi salah satu faktor yang membuat Dybala memutuskan bertahan. I Lupi akan tampil di kompetisi tertinggi antarklub Eropa itu untuk pertama kalinya setelah absen selama tujuh tahun.

“Roma berarti banyak buat saya, tanggung jawab, kehormatan, keindahan. Di level pribadi juga, elemen-elemen inilah yang membuat saya tetap di sini, dan sebuah kehormatan bisa memakai seragam ini,” ungkap Dybala seperti dilansir Football Italia.

Ia juga menyampaikan sangat senang tetap berada bersama fansnya di Roma. “Saya senang ada di sini lagi bersama kalian untuk musim depan dan bertemu kalian di Olimpico dan laga-laga tandang, terutama ketika musik indah yang selama ini kita tunggu-tunggu dimainkan, agar kami bisa membuat kalian bangga di malam-malam pertandingan Eropa,” katanya.

Dybala dan Roma sama-sama masih ingin melanjutkan kerja sama, yang membuat pembaruan kontrak ini terwujud. Penyerang berusia 32 tahun itu punya sejumlah alasan yang membuatnya bertahan.

“Kisah ini berlanjut, itulah yang kami semua inginkan. Itulah yang klub, saya dan saya harap fans juga (inginkan). Saya senang akan main semusim lagi di sini, di kota ini, dan negara ini, dan bisa membela seragam Roma, yang adalah sebuah keistimewaan,” ujar Dybala.

Di level timnas, Dybala tidak dipanggil  oleh pelatih Lionel Scaloni. Padahal di Piala Dunia 2022 lalu ia menjadi salah satu anggota skuad tim. Bahkan ia menjadi salah satu penendang penalti Argentina saat babak tos-tosan melawan Prancis. Tendangannya mulus memasuki gawang yang dijaga  Hugo Hadrien Dominique Lloris.

Scaloni beralasan, Dybala bukannya tidak hebat, tetap semua demi kebutuhan tim. “Dybala tentu saja pemain yang hebat. Dia comeback dengan performa luar biasa bersama klubnya. Tetapi, pemain selalu datang dan pergi. Banyak talenta muda bermunculan. Dalam hal ini, pemain muda bisa membuktikan diri di posisi Dybala dan pantas mendapat kesempatan,” kata Scaloni dilansir dari Tribuna menjelang berlangsungnya Piala Dunia 2026.

Nico Paz dinilai jadi pemain muda yang dimaksud Scaloni. Pemain berusia 21 tahun itu bersinar di Como dan bawa klubnya lolos ke Liga Champions. Dyabala main 22 kali bersama AS Roma di musim ini. Sayangnya, pemain berusia 32 tahun itu sempat dibekap cedera hamstring dan cedera lutut. “Tidak ada keraguan dari kualitas Dybala. Kami menghargainya, tetapi tim ini selalu melihat masa kini dan masa depan,”  kata Scaloni.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *