MU Sempat Terpukul Sebelum Menang Dramatis atas Lyon

Momen Harry Maguire (kaus merah) menyundul bola ke gawang Lyon.

MANCHESTER – Manchester United (MU) mengalahkan Lyon 5-4 secara dramatis dalam leg kedua perempatfinal Liga Europa, Jumat (18/4) dini hari WIB. MU lolos ke semifinal dengan agregat 7-6.

Dalam laga di Old Trafford itu, MU memimpin 2-0 di babak pertama  lewat Manuel Ugarte dan Diogo Dalot.

Namun Lyon berhasil memaksa laga berlanjut ke extra time. Corentin Tolisso dan Nicolas Tagliafico merobek gawang MU untuk mengubah skor menjadi 2-2 dan agregat 4-4.

Lyon berbalik memimpin 3-2 di babak pertama tambahan waktu lewat gol Rayan Cherki. Di babak kedua tambahan waktu Lyon kembali mencetak gol untuk mengubah skor menjadi 4-2 lewat eksekusi penalti Alexandre Lacazette.

MU kemudian juga mendapatkan hadiah penalti. Bruno Fernandes memperkecil ketertinggalan menjadi 3-4. Saat kemenangan Lyon ada di depan mata, MU mencetak dua gol di penghujung laga. Gol-gol dibuat oleh Kobbie Maino dan Harry Maguire untuk membuat MU menang 5-4.

Maguire mengaku gembira dengan hasil tersebut. “Saya merasa gol keempat mereka adalah pukulan telak, tetapi kami mendapat peluang untuk bangkit. Gol itu jatuh kepada saya dan untungnya saya menyelesaikannya, itu adalah perasaan yang luar biasa,” kata Maguire kepada TNT Sports.

Bek berusia 32 tahun itu enanduk masuk bola umpan silang dari Casemiro. Gol tersebut sontak membuat publik Old Trafford bergemuruh kencang.

Gol tersebut melengkapi performa bagus Maguire pada laga ini. Maguire sebelumnya juga bikin assist untuk gol kedua MU yang dicetak Diogo Dalot jelang turun minum.

Manajer MU, Ruben Amorim, mengapresiasi gol yang dibuat Maguire. Dia mengaku sengaja memainkan bek 32 tahun itu di depan demi bisa membobol gawang lawan dari bola-bola udara. “Kami mencoba menempatkan Harry Maguire di depan karena dia satu-satunya yang bisa mencetak gol dengan sundulan,” kata Amorim kepada TNT Sports.

Perjudian Amorim pun berbuah sukses. Karena selain memainkan Maguire di depan,  Mainoo masuk di menit ke-87 menggantikan Ramus Hojlund. Pergantian itu terbilang ‘ekstrem’, karena Manchester United lagi butuh gol malah menarik striker saat butuh gol dalam posisi sama kuat 2-2.

Mainoo pada akhirnya mampu bikin gol lewat sepakannya saat menyambut bola pendek dari Casemiro. Mainoo memang bagus dalam ruang-ruang sempit.

“Kobbie Mainoo, dia kurang cepat saat ini karena cedera tetapi dia sangat bagus dalam ruang sempit, juga memiliki kemampuan untuk mencetak gol seperti itu. Kami mencobanya dan terkadang berhasil, di laga ini adalah hari yang baik,” kata Amorim.

Hanya saja Amorim mengomentari penonton laga yang cabut duluan saat timnya tertinggal 2-4. “Suara di stadion adalah yang terbaik yang pernah ada. Beberapa orang mengoleksi kaus, syal, tetapi saya ingin mempertahankan suara itu, ini adalah suara terbaik di dunia,” kata Amorim kepada TNT Sports usai laga MU vs Lyon.

Manchester United selanjutnya akan hadapi Athletic Bilbao di semifinal Liga Europa pada 1 Mei dan 8 Mei mendatang. Amorim meminta skuad MU untuk fokus penuh ke Liga Europa. Juru taktik asal Portugal ini bahkan tak menampik kans memainkan pemain akademi di Premier League, demi menjaga motivasi dan kebugaran pemain inti. “Semua orang saat ini percaya itu mungkin. Kami butuh keberuntungan dengan cedera,”  tandas Amorim.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *