SelebrasiBenjamin Sesko usai mencetak gol ke gawang Everton.
LIVERPOOL – Manchester United (MU) sukses mengalahkan tuan rumah Everton dalam lanjutan Liga Inggris yang berlangsung di Hill Dickinson Stadium, Selasa (24/2) dini hari WIB. Gol Benjamin Sesko menjadi satu-satunya yang tercipta di laga ini.
Ini menjadi kemenangan kelima Setan Merah bersama Michael Carrick. Sejak pelatih 44 tahun itu itu ditunjuk menjadi manajer interim pada 13 Januari, MU berhasil meraih 16 dari 18 poin yang tersedia dalam enam laga. Bahkan jika dicek ke belakang, mereka belum tumbang dalam dua bulan terakhir.
Rangkaian hasil positif ini mendongkrak posisi MU di klasemen. Sebelum Carrick datang, mereka menempati peringkat tujuh dengan 32 poin. Kini, mereka duduk nyaman di urutan empat dengan 48 poin. Everton di posisi kesembilan dengan 37 poin.
“Kami harus bekerja keras, pujian untuk Everton karena mereka mempersulit kami, membuat kami banyak bertahan di kotak penalti. Semangat kami dalam bertahan di kotak penalti sangat luar biasa. Tidak kebobolan adalah hal yang fantastis. Kami bisa bermain lebih baik dari itu, tetapi pada saat yang sama, menyenangkan bisa menang 1-0 di kandang lawan. Saya senang dengan hasil dan semangat tim, para pemain berjuang keras dan berkorban untuk satu sama lain. Dari segi hasil, ini bagus, tetapi masih banyak yang bisa kami berikan,” ujar Carrick kepada BBC.
Carrick menilai tidak semua pertandingan bisa dimenangkan dengan permainan yang mudah. Ada kalanya tim harus berjuang keras dan menunjukkan karakter kuat untuk meraih hasil maksimal.
“Menurut saya ada pertandingan di mana Anda memang harus melakukan itu dan menunjukkan sisi berbeda dari permainan. Kami menjalani empat laga pertama dengan empat kemenangan beruntun dan beberapa penampilan yang sangat bagus, jadi saya sudah memperkirakan akan ada periode di mana kami harus sedikit menemukan kembali ritme permainan dan tetap mendapatkan hasil,” ujar Carrick.
Matheus Cunha tampil gacor meski tak mencetak gol. Ia dimainkan sebagai starter dalam laga Everton vs MU. Winger asal Brasil ini bermain selama 90 menit lebih sebelum digantikan bek muda Ayden Heaven di injury time.
Meski tampil sebagai pemain sayap, Cunha kerap kali membantu pertahanan tim dengan turun lebih ke dalam. Gol kemenangan King MU diawali umpan lambung pemain berusia 26 tahun itu di area pertahanan sendiri.
Sofascore mencatat, Cunha melakukan sekali tekel, sekali intersep, sekali sapuan, sekali memblok bola, serta sukses merebut bola dari lawan 7 kali. Performa defensif darinya mendapat acungan jempol dari Carrick.
“Matheus, kerja defensifnya, Anda mengerahkan usaha, kerja keras pada akhirnya, dia memiliki momen yang kami tahu kami miliki dalam tim untuk menciptakan sesuatu. Dia membuat perbedaan bagi kami, tetapi itu berasal dari kemampuannya bertahan dengan sangat baik di posisi yang dalam untuk kemudian menciptakan transisi itu,” ujarnya.
Sesko kembali menjadi penyelamat Manchester United. Stiker asal Slovenia itu menegaskan selalu tampil percaya diri. Ia memulai pertandingan di menit ke-58 untuk menggantikan Amad Diallo. Gol kemudian dibuat Sesko pada menit ke-71.
Namun Sesko tidak mengeluh kerap bermain sebagai pengganti. Dia hanya berusaha percaya diri ketika diberi kesempatan main. “Bagi saya, penting setiap kali masuk untuk mencoba membantu tim. Itulah mengapa saya di sini. Entah itu lima menit atau 90 menit, itu tidak masalah. Ini tentang menunjukkan bahwa saya dapat memberikan kontribusi jika memungkinkan. Saya sangat senang dengan itu. Saya percaya pada diri sendiri dan begitu juga pemain lain. Mereka tahu apa yang akan mereka dapatkan ketika saya masuk ke pertandingan,” kata Sesko kepada Sky Sports.
Sementara manajer Everton, David Moyes, mengakui betapa berbahayanya serangan balik Man United. Ia menegaskan bahwa Setan Merah memang memiliki pemain-pemain yang sangat cepat.
“Pertahanan kami tidak terorganisasi dengan cukup baik saat kehilangan bola. Saya harus memuji mereka (MU) atas serangan kilatnya. Kami sudah tahu hal itu akan terjadi; mereka telah melakukannya dengan sangat baik. Mereka memiliki pemain-pemain depan yang mempunyai kemampuan untuk berlari kencang dan menciptakan peluang. Sebagian besar jalannya pertandingan kami kendalikan dengan cukup baik, tetapi dalam satu momen tersebut kami kehilangan fokus dan itu memberi mereka kesempatan,” kata Moyes kepada Sky Sports.***
