Sukacita pemain Manchester United usai Benjamin Sesko mencetak gol ke gawang Crystal Palace.
MANCHESTER – Manchester United (MU) harus berjuang keras untuk bisa mengalahkan sepuluh pemain Crystal Palace. Pada laga di Old Trafford, Minggu (1/3) malam WIB itu, tertinggal duluan, Setan Merah akhirnya bisa menang 2-1.
Palace memimpin di babak pertama lewat Maxence Lacroix. Di babak kedua, MU comeback lewat penalti Bruno Fernandes dan Benjamin Sesko. Palace juga kehilangan Lacroix karena mendapat kartu merah yang berujung penalti.
MU kini berada di posisi ketiga klasemen Liga Inggris dengan 51 poin dari 28 laga, unggul selisih gol dari Aston Villa di posisi keempat dan tiga poin dari Liverpool di posisi kelima.
Hasil ini melanjutkan tren positif MU yang belum terkalahkan sepanjang 2026 dengan enam menang dan tiga imbang dari sembilan laga. Bahkan jika diperpanjang sebelum pergantian tahun, MU sudah 11 pertandingan beruntun tanpa kalah.
Dengan 10 pertandingan tersisa, apa pun bisa terjadi dan MU bukan tak mungkin membuat kejutan. Tapi, Michael Carrick selaku manajer interim tidak mau berpikir terlalu jauh.
Bagi Carrick, posisi ketiga saat ini belum berarti apapun karena persaingan di empat besar masih ketat. Carrick cuma mau MU bisa lebih konsisten tampil bagus.
“Posisi tiga tidak berarti apa pun saat ini. Menyenangkan memang dan kami ingin lebih baik. Kami bisa bangkit dari ketertinggalan di awal laga dan merespons. Untuk bisa membalikkan keadaan setelah tertinggal duluan itu jadi tantangan untuk kami. Anda harus bisa melakukannya di beberapa kesempatan, harus sempurna,” ujar Carrick seperti dikutip BBC Sport.
Setan Merah masih menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan di tahun 2026 pada ajang tersebut. Di sisi lain, Tottenham Hotspur menjadi yang nasibnya paling apes. Kekalahan melawan Fulham di akhir pekan bikin The Lily Whites menjadi satu-satunya yang belum menang di Premier League tahun ini.
Benjamin Sesko terus unjuk ketajaman dan kian menentukan buat Manchester United. Setelah serangkaian kegagalan, inilah sosok yang dinantikan Setan Merah.
MU memang cukup lama bermasalah dengan striker. Setelah Robin van Persie, belum ada sosok yang benar-benar menjadi mesin gol secara konsisten untuk jangka cukup lama.
Zlatan Ibrahimovic hanya semusim mendulang gol-gol. Setelah itu berbagai nama datang, sebut saja Romelu Lukaku, Anthony Martial, Marcus Rashford, Rasmus Hojlund, hingga Joshua Zirkzee, tak ada yang benar-benar memberikan aura seram di lini depan.
Mantan kapten MU Gary Neville menyebut Sesko kini mulai terlihat sebagai sosok yang menentukan untuk MU. “Kepercayaan dirinya, gol-golnya itu. Penyelesaiannya lawan Fulham, Everton, West Ham dan Palace itu empat gol yang brilian. Itu semua beda-beda. Dia sudah sangat berkembang. Itu pertama kalinya Michael Carrick menjadikannya starter. Jadi dia jelas sempat punya keraguan padanya. Tapi yang sudah dilakukannya dalam empat atau lima pekan terakhir saat memasukkannya sebagai pengganti, dia sedang membentuk Sesko. Ini adalah sosok yang mengubah permainan untuk United.” ujarnya dikutip Sky Sports.
Sementara manajer Crystal Palace Oliver Glasner mempertanyakan penalti untuk Manchester United. Menurut Glasner, tidak seharusnya hukuman itu diberikan wasit Chris Kavanagh.
Pada menit ke-54 ketika Lacroix yang kalah langkah harus menarik jersey Matheus Cunha yang dalam posisi on goal. Cunha jatuh di kotak penalti dan sepakan 12 pas diberikan kepada MU. Sementara, Lacroix diusir wasit.
Menurut Glasner, Kavanagh memberikan penalti karena tekanan fans tuan rumah, sekalipun sempat melihat VAR. “Ada beberapa situasi berbeda yang perlu dilihat juga, tapi rasanya ini keputusan yang salah. Ini bukan penalti, mungkin kartu merah karena pelanggaran di luar kotak penalti. Tapi pelanggaran dimulai di luar kotak penalti. Mungkin ini sedikit bonus dari Old Trafford,” ujar Glasner di BBC Sport.***
