Menteri Fadli Zon Terima Kunjungan Rombongan PSMTI

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon saat menyambut kunjungan rombongan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI). (Kanan ke kiri) Husin Widjajakusuma, Soehendro Gautama, Djoni Toat, Abraham Rudy Hartono, Peng Suyoto, Wilianto Tanta, Fadli Zon, Serian Wijatno, Hasan Karman dan Helga Abraham. (Foto-foto: ist)

JAKARTA –  Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon menyambut kunjungan  rombongan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), di Kantor Kementerian Kebudayaan RI, Jakarta, Selasa (4/11).

Suasana pertemuan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon dengan rombongan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI).

Rombongan PSMTI dipimpin Ketua Umum  Wilianto Tanta. Ikut dalam rombongan adalah  Sekretaris Umum Peng Suyoto, Bendahara Umum Husin Widjajakusuma, Ketua Dewan Penyantun Abraham Rudy Hartono, Ketua Dewan Pakar Soehendro Gautama, serta beberapa wakil ketua umum seperti Ariawan Gunadi (Bidang Pendidikan dan Kesehatan), Serian Wijatno (Hubungan Ormas dan Lintas Agama) dan Hasan Karman (Komunikasi, Informasi, Budaya dan Pariwisata) serta Ketua Umum Perwanti, Helga Abraham.

Fadli Zon dan Wilianto Tanta.

Pertemuan ini bertujuan mempererat sinergi, sekaligus membahas kolaborasi dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan nasional berbasis keberagaman.

Fadli Zon dan Abraham Rudy.

Dalam kesempatan itu, PSMTI menyampaikan harapan agar dapat dilibatkan dalam penulisan Buku Sejarah Indonesia, khususnya terkait kontribusi masyarakat Tionghoa terhadap perjalanan bangsa. PSMTI juga menyerahkan sejumlah nama tokoh dan pahlawan Indonesia keturunan Tionghoa yang dinilai layak mendapat pengakuan atas jasa mereka bagi negeri ini.

Fadli Zon, Wilianto Tanta,  Abraham Rudy dan  Peng Suyoto tampak akrab mengomentari sebuah buku.

“Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, masyarakat Tionghoa memiliki warisan budaya dan sejarah panjang yang turut membentuk jati diri Indonesia. Kami berharap PSMTI dapat berkontribusi dalam upaya dokumentasi sejarah dan pelestarian budaya secara inklusif,” ujar Wilianto Tanta.

Fadli Zon dan Hasan Karman.

Selain membahas sejarah, PSMTI juga menyampaikan rencana menggelar Perayaan Imlek Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman budaya Indonesia. Dalam agenda itu, PSMTI mengajak Kementerian Kebudayaan untuk berkolaborasi agar perayaan Imlek bisa menjadi bagian dari agenda kebudayaan nasional yang mempererat persaudaraan antarumat beragama dan antar-etnis.

Fadli Zon dan Helga Abraham.

Menteri Fadli Zon menyambut hangat kunjungan PSMTI. “Masyarakat Tionghoa memberikan peran besar terhadap perkembangan budaya dan kemerdekaan Indonesia, terlihat dari nama-nama tokoh nasional yang memajukan budaya serta literasi di Nusantara. Kita lihat banyak sekali tokoh masyarakat Tionghoa yang sangat memajukan literasi dan kebudayaan kita. Sebagai contoh misalnya Tan Khoen Swie, yang merupakan perusahaan penerbitan tua di Jawa, yang menerbitkan hampir 300 buku-buku penting dari sastra Jawa,” ujar Fadli.

Fadli juga menjelaskan, akulturasi budaya Tiongkok memiliki perjalanan sejarah yang panjang. Hal tersebut dibuktikan dari artefak dan bukti-bukti sejarah di pelosok Nusantara yang menunjukkan kekayaan budaya Indonesia.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *