Ruben Amorim, Manajer MU.
MANCHESTER – Performa Manchester United (MU) yang masih labil di awal musim ini membuat posisi manajer Ruben Amorim tidak nyaman. Hanya saja, manajemen klub tetap menaruh kepercayaan pada pria asal Portugal itu.
Terbaru, MU tumbang 1-3 dari Brentford di Premier League, Sabtu (27/9) malam WIB, yang menjadi kekalahan ke-17 Amorim di liga sejak ditunjuk sebagai manajer pada November tahun lalu. Setan Merah kini tercecer di urutan 14 klasemen sementara dengan tujuh poin.
Jelang menjamu Sunderland pada Sabtu (4/10) nanti, ESPN melaporkan situasi di klub berjalan normal. MU baru saja menggelar acara internal di Carrington pada Minggu (28/9) lalu dan Amorim hadir dengan membawa keluarganya.
Acara itu sudah direncanakan sebelum musim dimulai dan bertujuan memperkenalkan fasilitas Carrington yang baru kepada keluarga pemain dan staf. Anggota keluar yang hadir melihat para pemain berlatih dan anak-anak juga diajak beraktivitas.
Selain itu, acara makan bersama juga diadakan di kantin MU yang telah direnovasi. Para pemain diberi libur pada hari Senin dan baru akan berlatih kembali pada Selasa untuk bersiap-siap menghadapi Sunderland.
Situasi di atas tak menunjukkan adanya tekanan yang diberikan manajemen kepada Amorim. Bahkan sumber internal MU membantah bahwa Sir Jim Ratcliffe selaku co-owner telah bertemu Gareth Southgate dalam rangka mencari pengganti Amorim.
Southgate sempat dipertimbangkan MU sebagai pengganti Erik ten Hag, namun kini pihak klub memberi waktu pada Amorim untuk mengubah situasi.
Meski begitu, semua pihak menyadari bahwa hasil di lapangan harus segera membaik agar target lolos ke kompetisi Eropa musim depan yang dicanangkan saat pramusim lalu bisa tercapai.
Legenda MU Wayne Rooney sebelumnya mengatakan, kondisi tim mengkhawatirkan di dalam dan luar lapangan, MU disebut telah kehilangan jiwanya. Mantan kapten MU dan timnas Inggris itu melihat klub perlu perubahan besar dan menyeluruh. MU sudah kehilangan kultur kekeluargaannya.
“Jiwa klub ini sudah hilang. Klub ini butuh mesin baru, semangat baru. Perlu sesuatu untuk memicu klub tersebut. Saya tak mengenali keseluruhan klub ini. Saya tak melihat para pemain berjuang, saya tak melihat ada karakter, saya tak melihat ada hasrat untuk menang,” ujar Rooney dikutip BBC.
Keteguhan Amorim memakai pola tiga bek dan keengganannya bersikap fleksibel sudah jadi sorotan utama. Rooney juga menyoroti bagaimana sikap para pemain di lapangan. Bahkan ia mengatakan tidak lagi mengenal mantan klubnya.
“Saya datang menonton pertandingan, berharap, lagi-lagi, menantikan tim kalah atau mungkin memetik satu poin. Ini bahkan bukan cuma urusan di lapangan. Semua hal di klub butuh perbaikan, Jim Ratcliffe dan Ineos benar-benar masuk ke sebuah tantangan nyata. Kita melihat para staf dipecat setelah 20, 30 tahun, orang-orang yang sangat penting buat klub itu,” ujarnya.***
