Mantan Ketua DPRD Jabar Kritisi Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi, Hanya Sibuk Pencitraan di Media Sosial

Mantan Ketua DPRD Jawa Barat, Eka Santosa.

SOREANG (LB)- Mantan Ketua DPRD Jawa Barat, Eka Santosa mengkiritisi gaya kepemimpinan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi. Menurut Eka, gaya kepemimpinan KDM sangat berbeda dengan para gubernur Jawa Barat dari era awal kemerdekaan, orde baru hingga reformasi.

Menurut Eka, gaya Dedi Mulyadi yang sibuk membuat konten di media sosial, tidaklah efektif. Justru hanya terkesan pencitraan untuk dirinya sendiri. Eka menyarankan, sebaiknya Dedi membuat kebijakan yang nyata dari hulu ketimbang sibuk membuat konten di berbagai platform media sosial.

 “Tunggu saja gaya kepemimpinan seperti itu yang selalu membuat konten tapi belum ada regulasi yang dibuat. Contohnya saja ya, menegur Bupati Indramayu, Lucky Hakim melalui medsos TikTok miliknya. Kenapa harus menegur lewat media sosial. Kan bisa bangun komunikasi kepemimpinan dengan telepon langsung kenapa tidak ada melapor kalau pergi ke luar negeri,” kata Eka di Kabupaten Bandung, Selasa (8/4).

Eka juga mempertanyakan gaya Dedi Mulyadi yang ikut sibuk turun ke sungai yang kotor untuk bersih-bersih. Alih-alih menyelesaikan masalah, tindakannya itu justru lebih terkesan hanya pencitraan yang mengejar viral di media sosial.

Sebagai Gubernur bukan begitu caranya. Harusnya bagaimana membuat regulasi yang kuat agar sampah mampu terkelola dengan baik,” ujarnya.

Eka pun menunggu kebijakan nyata Dedi Mulyadi dalam hal lingkungan. Setelah melakukan penyegelan di tempat wisata milik BUMD Jaswita, apakah ada tindakan nyata seperti hukuman atau sanksi karena melanggar aturan.

“Jelas-jelas BUMD di bawah Pemprov Jabar telah melakukan pelanggaran lingkungan. Berani enggak Dedi Mulyadi evaluasi Jaswita kalau bisa direkturnya dipecat atau mungkin Jaswitanya dibubarkan,” katanya.

Eka menceritakan, sepanjang hidupnya ia mengenal baik semua mantan Gubernur di Jawa Barat dari mulai Gubernur Jawa Barat periode 1951-1957 Mohamad Sanusi Hardjadinata hingga periode terakhir sebelum Dedi Mulyadi, yakni Ridwan Kamil.  “Saya kebetulan mengenal baik semua mantan gubernur Jabar dari awal kemerdekaan sampai sekarang. Semuanya memiliki gaya kepemimpinan masing-masing, namun yang pasti semuanya memiliki arah dan membuat kebijakan yang jelas, tidak hanya sibuk pencitraan saja,” katanya. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *