Pep Guardiola dan Erling Haaland harus melakukan sesuatu untuk mengejar Arsenal.
MANCHESTER – Manchester City harus segera berbenah jika ingin bertahan di persaingan juara Liga Inggris. Melawan tuan rumah Liverpool pada Minggu (8/2) malam WIB akan jadi ujian besar dan krusial.
Manchester City mengalami kemunduran setelah ditahan imbang Tottenham Hotspur 2-2, Minggu (1/2) malam WIB. Meski unggul 2-0 di babak pertama, mereka gagal mempertahankannya setelah turun minum. Laga pun berakhir 2-2.
Alhasil Arsenal kini menjauh lagi di pucuk klasemen Liga Inggris. Man City yang ada di posisi dua tertinggal enam poin lagi sehingga tekanan ke Meriam London pun mengendur.
Justru kini Man City memikul tekanan yang lebih besar karena tiga poin berikutnya akan terasa kian penting. Lebih rumit lagi, tiga poin itu akan diperebutkan di markas Liverpool.
Penampilan babak kedua di markas Tottenham bikin eks pemain Man City Micah Richards khawatir. Ia percaya Erling Haaland dan kolega terancam sangat kerepotan kalau Liverpool bermain dengan intensitas tinggi, terlebih dengan bahan bakar dari para suporternya.
“Saya masih optimis sampai minggu depan. Saya rasa Liverpool akan menimbulkan masalah buat Man City. Kalau City bermain seperti di babak kedua melawan Tottenham, Liverpool akan memberikan berbagai macam masalah bagi mereka. Begitu tim lawan meningkatkan tempo dan energi melawan Man City, perbedaannya sangat mencolok. Man City tidak tahu bagaimana menghadapinya,” kata Richards di siniar The Rest is Football.
Sementara itu Gary Neville menilai City tidak cukup bagus untuk bersaing dalam perebutan gelar Premier League. “Jauh dari kata cukup bagus. Di babak pertama (melawan Tottenham) , mereka baru di gigi kedua dan seharusnya menghabisi lawan. Fans Man City sudah melihat beberapa tim terbaik dan mereka tahu ketika ada yang tidak beres. Mereka tidak punya insting membunuh,” ujar Neville seperti dilansir Sky Sports.
Neville menilai City kesulitan ketika menghadapi tekanan, yang membuat lawan bisa comeback. Sebaliknya, Arsenal dinilai Neville mampu mengatasi hal itu. “Tim City sekarang ini, di lapangan tengah dan pertahanan, mereka tidak punya tulang punggung yang tangguh yang bisa membawa ke tangga juara. Mereka mengecewakan, berulang kali. Ada banyak yang perlu direnungkan City dan Pep Guardiola. Mereka tampak jauh dari harapan,” ungkap Neville.
Manajer Pep Guardiola sendiri ditanya soal kemungkinan untuk memprioritaskan kompetisi lain. Dengan tegas ia menolak mengibarkan bendera putih dalam persaingan di Liga Inggris.
“Jadi Anda bilang kepada saya kalau kami harus berhenti di Premier League? Kami masih ada 14 pertandingan lagi. Kami ada masalah cedera. Satu bulan lalu, ada banyak (yang cedera). Sembilan, 10 pemain absen. Kami tahu itu, tapi di saat yang sama, kami masih ada, dan kami jalan terus. Selama kesempatannya ada, harapannya akan selalu ada,” kata Guardiola seperti dilansir Sky Sports.
Manajemen Manchester City dikabarkan mulai bergerak cepat menyusun rencana pengganti Guardiola. Pihak klub sadar bahwa era sang pelatih mungkin segera berakhir.
Mereka kabarnya telah mengantongi tiga nama pelatih sebagai calon suksesor. Langkah ini diambil di tengah performa The Citizens yang sedang merosot.
Nama Enzo Maresca muncul sebagai salah satu kandidat kuat. Ia bahkan diklaim telah mengadakan pembicaraan dengan para petinggi City. Sosok ini sudah sangat mengenal filosofi klub sebagai mantan asisten Guardiola. Namun, ia baru saja dipecat oleh The Blues bulan lalu.
Xabi Alonso juga menjadi target serius manajemen Manchester City. Ia pernah merasakan didikan langsung Guardiola saat bermain di Bayern Munchen. Pelatih asal Spanyol ini dinilai sebagai manajer generasi baru terbaik. Ia sukses besar membawa Bayer Leverkusen menjuarai Bundesliga Jerman.
City juga mempertimbangkan nama Cesc Fabregas dalam daftar belanja mereka. Mantan pemain Chelsea ini sedang mencuri perhatian bersama Como. Klub asuhannya kini bertengger di posisi keenam Serie A Italia. Kinerja bagus Fabregas membuat banyak klub top Eropa mulai melirik. Kalau sudah demikian, Guardiola dan para pemain City harus segera berbenah.***
