Lowongan Kerja Lebih Banyak untuk Usia di Bawah 30 Tahun

Job Fair Jakarta dipadati pelamar kerja.

JAKARTA (LB)- Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Jakarta, Arif Syaripudin, menyatakan bahwa jumlah lowongan kerja di Jakarta saat ini cenderung lebih banyak untuk usia di bawah 30 tahun. Menurut Arif, fenomena ini terjadi karena perusahaan lebih memilih tenaga kerja muda yang dinilai lebih mudah dilatih, adaptif terhadap teknologi baru, dan memiliki waktu kerja yang panjang di masa depan.

“Jumlah lowongan kerja untuk usia di bawah 30 tahun memang cenderung lebih banyak. Lowongan untuk usia muda seringkali bersifat entry level, sedangkan untuk usia di atas 30 tahun biasanya lebih mengarah pada posisi yang membutuhkan keterampilan atau pengalaman kerja yang spesifik,” ujar Arif saat dikonfirmasi, Minggu (18/5). Meski demikian, Arif menegaskan bahwa peluang kerja untuk usia di atas 30 tahun tetap terbuka lebar, terutama di sektor jasa, administrasi, keuangan, dan pemasaran. Posisi seperti teknisi, operator alat berat, mekanik, IT, serta posisi manajerial juga masih banyak dicari.

“Asal pelamar memiliki keterampilan interpersonal dan profesional yang mumpuni, ditambah pengalaman kerja yang sesuai, justru menjadi nilai tambah yang besar,” kata dia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta mencatat tingkat pengangguran terbuka di Jakarta per Februari 2025 meningkat menjadi 6,18 persen atau sekitar 337.990 orang. Angka tersebut naik 0,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Meskipun tingkat pengangguran meningkat, terdapat penurunan tingkat setengah pengangguran dan pekerja paruh waktu,” kata Arif.

Untuk menekan angka pengangguran, Disnaker Jakarta menggelar berbagai program strategis. Salah satunya adalah penyelenggaraan job fair secara berkala di setiap kecamatan.
Berdasarkan data job fair gelombang pertama tahun 2025, sekitar 52 persen lowongan kerja yang tersedia masih terbuka untuk pekerja di atas 30 tahun, dengan rata-rata batas usia maksimal yang ditetapkan perusahaan adalah 35 tahun.

Selain itu, Disnaker juga menyediakan program pelatihan kerja berbasis kompetensi di tujuh Pusat Pelatihan Kerja (PPKD) di Jakarta. “Kami juga mengembangkan Mobile Training Unit (MTU) untuk menjangkau masyarakat di tingkat kelurahan agar mereka bisa meningkatkan keterampilan kerja mereka,” ujar Arif. Agar masyarakat bisa menjadi wirausaha, Disnaker juga menggencarkan program Jakpreneur yang bertujuan untuk menumbuhkan tenaga kerja mandiri. Program ini diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru di sektor UMKM. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *