Aksi Noah Okafor (putih) saat melawan Manchester United.
MANCHESTER – Leeds United mempermalukan tuan rumah Manchester United (MU) dengan skor 2-1 pada laga lanjutan Liga Inggris di Old Trafford, Selasa (14/4) dini hari WIB. Setan Merah mengakhiri laga dengan 10 pemain akibat Lisandro Martinez mendapat kartu merah pada menit ke-56
Di laga itu Noah Okafor mencetak gol pada menit ke-5 dan 29. MU bisa mencetak gol dengan 10 pemain. Casemiro menipiskan ketinggalan tuan rumah di menit ke-69. MU pun tertahan dengan 55 angka untuk menempati posisi ketiga. Leeds di urutan ke-15 dengan 36 poin.
Pelatih Leeds United, Daniel Farke sangat puas dengan kemenangan ini. Bahkan ia menyebut Leeds United seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol. “Kami tampil efektif dan berani. Ini kemenangan besar, bukan hanya secara hasil, tetapi juga secara mental. Kami sebenarnya masih bisa mencetak gol lebih banyak,” kata Farke usai laga, seperti dikutip dari Daily Mail.
Menurut Farke, kemenangan di Old Trafford menjadi langkah penting dalam perjuangan Leeds United keluar dari ancaman degradasi. Terutama bagi tim yang berstatus ‘pendatang baru’ musim ini, Leeds United sangat terbantu dengan hasil Liga Inggris ini.
“Ini bukan sekadar tiga poin, tetapi sebagai bukti bahwa kami selalu berjuang untuk terus membaik. Kami tidak menyerah untuk memberikan yang terbaik untuk pendukung kami,” ujarnya.
Farke menjelaskan timnya sempat diragukan karena absennya sejumlah pemain kunci seperti Anton Stach, Joe Rodon dan Daniel James. Farke pun mengungkapkan kunci keberhasilan The Whites karena tidak bermain bertahan. Menurutnya, mustahil bisa mencuri poin di markas Manchester United jika hanya mengandalkan strategi ‘parkir bus’.
“Rasanya luar biasa, terutama di bawah keadaan saat ini, periode krusial menuju akhir musim, sedikit tertekan. Kami bermain dengan menguasai bola lalu melakukan serangan. Kami tidak mau main bertahan, karena kami ingin mencetak gol,” tegasnya.
Bintang lapangan malam itu, Noah Okafor, menyatakan kegembiraannya atas performa impresif tim. Pemain internasional Swiss tersebut memuji persiapan matang yang dilakukan oleh sang manajer sebelum laga dimulai.
“Saya pikir ini adalah performa besar. Saya sangat bahagia dengan tiga poin ini. Manajer mempersiapkan kami dengan sangat baik, jadi semua orang tahu apa yang harus dilakukan. Kami telah bersepakat sebelum pertandingan bahwa setiap orang harus memberikan upaya seratus persen,” ujar Okafor.
Hanya Okafor mengingatkan rekan-rekannya untuk segera fokus pada enam pertandingan sisa musim ini. “Suasana di tim luar biasa. Saya pikir kami hanya perlu menjaga aliran ini tetap berjalan. Masih ada beberapa laga yang harus kami mainkan,” ujarnya.
Dominic Calvert-Lewin, menjadi sosok di balik kartu merah yang diterima Lisandro Martinez. Ia menegaskan bahwa dirinya hanyalah korban dari situasi di lapangan dan bukan penentu regulasi. Martinez kedapatan menarik rambut Calvert-Lewin, yang berujung pada pemberian kartu merah langsung oleh wasit.
“Entahlah, bukan saya yang membuat aturan. Saya merasa rambut saya ditarik, saya lapor ke wasit, dan dialah yang mengambil keputusan. Sial bagi dia, entah dia sengaja melakukannya atau tidak. Saya tidak menaruh dendam,” kata Calvert-Lewin seperti dikutip dari Sky Sports.
Di sisi lain, ini menjadi kekalahan kedua MU bersama Michael Carrick usai ditekuk Newcastle United awal Maret lalu. Tak cuma itu, laju Setan Merah di bawah pelatih 44 tahun itu pelan-pelan melambat usai tancap gas di awal tahun.
“Para pemain berusaha keras. Inilah sepak bola, terkadang Anda tak memiliki momen bagus dalam laga dan terkadang Anda memilikinya. Kami tahu kami bisa lebih baik dan melakukan sejumlah hal dengan lebih baik. Kami jelas akan mengevaluasinya,” ujar Carrick kepada Sky Sports.
Meski masih aman di zona Liga Champions, MU patut waspada karena masih ada enam laga sisa dan secara matematis mereka masih bisa terlempar dari lima besar. Namun Carrick kalem.
“Ini hanya satu laga. Kami pasti akan meninjaunya dan berusaha untuk meningkatkan performa. Kami punya laga besar lainnya, laga penting pekan depan (melawan Chelsea), dan akhir musim yang besar. Kami berada di posisi yang sangat bagus. Di laga ini mengecewakan, kami tak ingin kalah dan kami tak ingin keputusan wasit merugikan kami, tetapi kami akan terus maju. Kami punya akhir musim yang besar dan ada banyak hal positif yang bisa kami harapkan,” tegasnya.***
