Kepala Dinas Pertanian Lebak, Rahmat Yuniar.
LEBAK (LB)- Dinas Pertanian Kabupaten Lebak menggenjot pola tanam padi serentak tahun 2026 sebagai langkah antisipasi kekeringan yang biasanya melanda saat kemarau.
Kepala Dinas Pertanian Lebak, Rahmat Yuniar, menyebut percepatan tanam menjadi kunci menjaga ketersediaan beras daerah. “Fokus kami tahun ini memaksimalkan lahan produktif supaya panen tidak terganggu kekeringan. Petani kami minta segera turun ke sawah secara bersamaan,” ujarnya, Senin (11/5).
Target Mei 2026, Dinas Pertanian mengejar tanam padi di 50 hektare lahan. Hasilnya diperkirakan bisa dipanen akhir Agustus 2026. Luas ini dinilai penting untuk menutup kebutuhan pangan lokal dan mendongkrak produktivitas.
Data yang dihimpun Dinas Pertanian mencatat potensi lahan tanam padi Lebak pada April 2026 mencapai 19 ribu hektare. Rahmat menyebut angka itu harus dikejar maksimal lewat koordinasi penyuluh, kelompok tani, hingga pemerintah kecamatan.
“Konsolidasi di kecamatan terus berjalan untuk mengejar target luas tambah tanam. Potensi April cukup besar, jangan sampai terbuang,” tegasnya.
Pola tanam serentak juga sudah berjalan di sejumlah sentra, termasuk Kecamatan Malingping. Cara ini dipilih untuk menekan risiko hama, menghemat air, dan mempercepat siklus panen.
Pemkab Lebak memastikan pendampingan petani akan terus berjalan lewat program peningkatan produksi pertanian. “Harapannya, langkah ini bisa menjaga produksi padi Lebak tetap stabil dan ikut memperkuat ketahanan pangan Banten,” tutup Rahmat. nov
