Lantik Pengurus DTKJ, Pramono Targetkan Lebih Banyak Warga Beralih ke Transportasi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat melantik pengurus Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) periode 2026-2029 di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (3/7).

JAKARTA (LB)- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung melantik pengurus Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) periode 2026-2029 di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (3/7).

Dalam arahannya, Pramono meminta pengurus baru DTKJ berkontribusi mengurangi kemacetan ibu kota dengan mendorong lebih banyak warga beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

Ia berharap kepengurusan baru juga mampu memberikan masukan untuk memperbaiki sistem transportasi di Jakarta. “Mudah-mudahan tugas yang Bapak, Ibu, Saudara-saudara sekalian pikul akan membuat Jakarta menjadi lebih baik pengaturan yang berkaitan dengan transportasinya,” kata Pramono, Jumat.

Pramono mengatakan, kemacetan masih menjadi persoalan klasik yang dihadapi Jakarta. Menurut dia, salah satu penyebab utamanya adalah tingginya mobilitas komuter dari daerah penyangga yang setiap hari datang ke Jakarta untuk bekerja, lalu kembali ke tempat tinggalnya pada sore hingga malam hari.

“Kurang lebih 3,5 sampai dengan 4 juta orang datang bekerja di Jakarta, beraktivitas di Jakarta, dan ketika sore malam hari kembali ke kediamannya masing-masing,” ujarnya.

Ia menilai, sebagian besar masyarakat masih mengandalkan kendaraan pribadi untuk beraktivitas. Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kini mengubah paradigma pembangunan transportasi dengan memperkuat layanan angkutan umum.

“Transportasinya tidak lagi menggunakan pribadi, tetapi bagaimana orang kemudian menggunakan transportasi umum,” ucap dia.

Sebagai upaya mendorong perpindahan masyarakat ke angkutan umum, Pemprov DKI terus membuka sejumlah rute Transjabodetabek, di antaranya Blok M-Alam Sutera, Blok M-PIK 2, Blok M-Ancol, Blok M-Bogor, hingga Cawang-Bekasi.

Menurut Pramono, pembukaan rute-rute tersebut ditujukan agar masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih menggunakan transportasi umum.

Pramono mengungkapkan, konektivitas transportasi di Jakarta saat ini telah mencapai sekitar 93 persen. Namun, tingkat penggunaan transportasi umum oleh masyarakat baru berada di kisaran 27-28 persen setiap hari.

Meski demikian, menurut dia, capaian tersebut telah memberikan dampak positif terhadap sistem transportasi Jakarta.
Selain itu, ia meminta DTKJ mendukung berbagai proyek transportasi yang tengah disiapkan Pemprov DKI, termasuk target peresmian LRT Jakarta rute Velodrome-Manggarai yang nantinya akan dilanjutkan hingga Dukuh Atas.

Menurut Pramono, kawasan Dukuh Atas akan menjadi simpul integrasi enam moda transportasi, yakni LRT Jakarta, LRT Jabodebek, MRT Jakarta, Transjakarta, KRL Commuter Line, dan Kereta Bandara. Di akhir sambutannya, Pramono kembali berpesan agar DTKJ terus berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk mewujudkan sistem transportasi Jakarta yang semakin terintegrasi, aman, nyaman, dan mudah diakses masyarakat. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *