Korban pergerakan tanah di Cimangurang akan direlokasi dan dibangunkan hunian tetap di Desa Bojong Koneng, Babakan Madang.
CIBINONG (LB)- Ambruknya 7 unit rumah di Kampung Cimangurang dianalisis Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Kabupaten Bogor.
Kepala Disperkim, Eko Mujiarto mengatakan, hasil analisis menunjukkan pergerakan tanah di di Kampung Cimangurang RT 04/02 Desa Cijayanti, Babakan Madang, Kabupaten Bogor itu dikarenakan struktur tanah yang labil.
Berdasarkan analisis tersebut, korban pergerakan tanah tersebut akan direlokasi dan dibangunkan hunian tetap (huntap) di Desa Bojong Koneng, Babakan Madang.
“Karena struktur tanahnya labil, rumah tidak memungkinkan untuk direhabilitasi, maka akan direlokasi dan dibangunkan huntap di Desa Bojong Koneng, Babakan Madang,” kata Eko, Rabu (22/4).
Dia menuturkan, di Desa Bojong Koneng itu Pemkab Bogor pada 2026 ini bakal membangun 508 unit huntap untuk korban bencana alam pergerakan tanah yang terjadi beberapa tahun sebelumnya.
“Nanti, akan kami tambahkan tujuh unit rumah, warga Kampung Cimangurang RT 04 RW 02 Desa Cijayanti, Babakan Madang hingga total huntap yang bakal dibangun 515 unit,” tuturnya.
Dia menambahkan, tujuh keluarga dan 28 jiwa korban bencana alam pergeseran tanah saat ini sudah diungsikan dan diberikan biaya kontrak rumah oleh jajarannya.
“Selama enam bulan, kami memberikan bantuan berupa biaya kontrak rumah. Karena kondisi rumah mereka saat ini, tidak layak dam aman untuk dihuni,” tambahnya. gio
