KLH Cabut Plang Pengawasan Usaha Wisata di Puncak

Para pelaku usaha wisata di kawasan puncak bisa bernafas lega lantaran menteri LH akan mencabut plang pegawasan usaha wisata.

CIBINONG (LB)- Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq bertemu dengan Direktur pelaku usaha eko wisata di Kawasan puncak serta Mulyadi Anggota DPR – RI dari daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten Bogor pada Sabtu, 19 Oktober kemarin di Jakarta.

Dalam dialog yang berlangsung hangat, 10 dari 13 pelaku usaha wisata pun bakal mendapatkan pencopotan plang pengawasan dan pembinaan sehingga bisa sesuai regulasi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Sementara 3 pelaku usaha wisata yaitu PT. Jaswita Lestari Jaya, PT. Pancawati Agro Sinergi dan PT. Bumi Nini Pangan Indonesia seperti diketahui sudah dibongkar dan rata dengan tanah, dan untuk lahan Hybisc Fantasi puncak sedang ditanami pohon kembali.

Mulyadi pun berterima kasih kepada Menteri Lingkungan Hidup dan jajaran yang telah mendengar suara rakyat dan bersedia untuk mencabut sanksi demi kepastian keberusahaan yang selaras dengan keberlangsungan lingkungan hidup

“Saya sangat berterima kasih, Menteri Lingkungan Hidup dan jajarannya memberikan ruang dialog dengan para pelaku eko wisata di Kawasan puncak Kabupaten Bogor untuk mendapatkan pembinaan sehingga bisa sesuai regulasi KLH,” ucap Mulyadi kepada wartawan.

Ia berharap, dengan dicabutnya plang pengawasan atau penyegelan dan pembinaan kepada usaha wisata yang berizin maupun belum berizin, mendapatkan ketenangan.

“Yang terpenting masyarakat Bogor Selatan atau Kawasan Puncak bisa mendapatkan ketenangan dan kepastian atas lapangan pekerjaan yang sempat terhenti, belum lagi akan membuat iklim investasi khususnya sektor wisata bisa kembali menggeliat dan menggerakkan multi level effeck terhadap perputaran roda ekonomi masyarakat dan juga bakal meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” harap Mulyadi.

Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra itu meminta adanya kolaborasi pengusaha, pemerintah, masyarakat termasuk penggiat lingkungan bisa menjadi jalan tengah untuk menjaga alam Puncak tanpa harus menutup sumber ekonomi warga dan dampak sosial lainnya

Ketua Masyarakat Adat puncak (MAP), Chaidir Rusly yang akrab disapa Mang Iding juga mengimbau semua pihak agar menjaga momentum baik ini sebagai ajang perbaikan bersama.

“Kita semua harus menjaga alam puncak dan  menjaga iklim ekonomi  pariwisata Puncak yang selama ini menghidupkan hajat hidup orang Puncak. Dari alamnya yang indah tercipta ekosistem siklus ekonomi,” ucap Mang Iding.

Ia juga meminta KLH  bersikap adil dan mencabut semua sangsi dan segel tanpa kecuali ke semua pelaku usaha sambil berjalan dalam pengawasan berkelanjutan.

Hal itu, karena ia melihat usaha wisata yang tidak berizin sebelumnya malah dicabut plang pengawasannya, sementara yang berizin malah tidak dicabut.

Sementara, lahan kebun teh yang sempat di cut and fill, diharapkan dihijaukan kembali, baik itu oleh tanaman teh maupun tanaman keras atau buah. “Karena dengan adanya plang segel ditempat usaha wisata, memberikan dampak horor buat para tamu pengunjung atau wisatawan, hingga mengakibatkan pengurangan pegawai dan melemahkan pendapatan pelaku UMKM,” tukas Mang Iding.  *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *