JAKARTA(LB) – Langkah Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dalam membongkar kasus narkoba yang menyeret oknum polisi mendapat pujian langsung dari tokoh NU. Kiai Aqil Siroj menyebut Bareskrim sudah “naik level” dalam perang melawan narkoba.
“Ini langkah tegas. Dittipidnarkoba Bareskrim Polri sudah naik level dalam melawan narkoba. Ini salah satu bentuk keseriusan Polri dalam memberantas narkoba yang semakin merajalela,” kata Mustasyar Nahdlatul Ulama itu, Sabtu (16/5).
Menurut Kiai Aqil, tindakan presisi yang dilakukan Bareskrim bisa jadi pemicu bagi aparat di daerah agar tidak ragu menindak pelaku narkoba, termasuk jika melibatkan oknum perwira. Ia juga mengajak masyarakat memberi dukungan penuh.
“Kita semua masyarakat harus apresiasi dan dukung. Apa yang saat ini Bareskrim Polri lakukan tidak lain demi masa depan bangsa yang bersih dari narkoba,” tegasnya.
Pujian itu muncul setelah Bareskrim Polri mengambil alih pemantauan kasus dugaan keterlibatan Kasat Resnarkoba Polres Kutai Kartanegara dalam perkara narkotika. Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso memastikan penanganan kasus akan diawasi intensif oleh jajaran pusat.
“Penanganan kasus tersebut akan dilakukan pemantauan secara intensif oleh jajaran Dittipidnarkoba Bareskrim Polri,” kata Brigjen Eko.
Bareskrim juga menyatakan siap memberikan back up penuh untuk pengembangan perkara. Tujuannya memastikan seluruh rantai jaringan bisa diungkap tanpa pandang bulu, termasuk jika ada oknum aparat yang terlibat.
Langkah ini dinilai publik sebagai bukti keseriusan Polri memperkuat perang melawan narkoba. Sebelumnya, Bareskrim juga berhasil membongkar kasus serupa yang menyeret mantan Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro dan mantan Kasat Narkoba Polres Bima Kota AKP Malaungi, hingga keduanya ditetapkan tersangka dan dipecat lewat sidang etik.
Kasus Kasat Reserse Narkoba Polres Kutai Barat AKP Deky Jonathan Sasiang yang disebut jadi penghubung bandar narkoba juga pernah diungkap tim yang sama.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan tidak boleh ada lagi aparat yang membekingi narkoba dan judi. Ia meminta Polri, TNI, dan Kejaksaan membersihkan internal dan menjadi aparat yang dicintai rakyat.
“Jadilah tentara rakyat, jadilah polisi rakyat yang dicintai rakyat,” kata Prabowo.
