Xs. Budi S. Tanuwibowo
Kebaktian MAKIN Gunung Sindur
BOGOR (LB)–Kriteria menjadi pejabat seperti menteri haruslah orang – orang pilihan yang memiliki integritas yang baik, yang dalam setiap tindakan maupun sikapnya mengedepankan kebenaran, kejujuran dan keadilan, yang tidak suka membebek saja.
Demikian pesan yang disampaikan Ketua Umum MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia) Xs. Budi S Tanuwibowo dalam Jiang Dao (Khotbah) pada Kebaktian Agama Khonghucu di Lithang Kahuripan MAKIN Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Senin (28/4/2025).
Kembali Ketum Budi menyampaikan, pada ayat yang dibacakan tadi, bercerita tentang murid Nabi Kongzi yang terkenal yaitu Zhong You atau lebih dikenal dengan Zi Lu dan Ran Qiu alias Ziyou, namun sang Nabi berpendapat bahwa mereka belum berjiwa sebagai menteri besar, melainkan hanya sebagai pelengkap saja.

Bayangkan seorang Zilu dan Ziyou, yang merupakan murid Nabi yang terkenal dan dekat Nabi, tidak masuk kriteria ideal dari Nabi Kongzi sebagai Menteri yang berjiwa Besar’ Kata Ketum Budi lebih lanjut
“Lantas apa yang menjadi kriteria ideal dari Nabi Kongzi untuk menjadi seorang Menteri berjiwa besar, yang pertama dengan tindakannya ia harus berlandaskan kebenaran dan keadilan, kedua jika mendapat keuntungan ingat akan kejujuran dan kebenaran, kemudian dalam setiap kebijakan yang diambil harus berdasarkan Jalan Suci, dan seorang menteri tidak harus serta merta menurut perintah atasannya, dia harus berani menolak jika perintah itu jauh dari Jalan Suci dan melanggar Peraturan dan Undang-undang,” jelas Budi.
Mengakhiri Jiang Dao nya, Ketum Budi mengajak umat Khonghucu agar dalam setiap tindakan dan perbuatan harus berlandaskan kebenaran, keadilan dan kearifan, tidak serta merta nurut apapun perintah atasannya jika tidak sesuai dengan kesusilaan dan melanggar undang – undang.
Hadir dalam kebaktian tersebut sejumlah pengurus dan simpatisan MATAKIN. Antara lain Js. Rusya Supit (Wakil Sekretaris bidang Kerohanian MATAKIN), ‘Marleen Wang LDS’ (Wakil Sekretaris Bidang Keorganisasian MATAKIN), Auwjang Phin Kuan dan Abraham Lawalata.
Ketum dan rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 19.00 WIB dan disambut oleh Ketua MAKIN Gunung Sindur, Suherman, Penasihat MAKIN Gunung Sindur, Adang Lokaria, para pengurus, rohaniwan dan umat Khonghucu MAKIN Gunung Sindur.

Kebaktian diawali dengan kidung Wei De Dong Tian dan doa pembuka oleh Js. Jacob, rohaniwan MAKIN Gunung Sindur, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci.
Di sela-sela Jiang Daonya, Ketum MATAKIN membagikan buku karyanya yang berjudul “Gema Genta Suci dari Bukit Ni “ kepada perwakilan MAKIN Gunung Sindur, yaitu Dq. Adang Lokaria, Dq. Suherman Ketua MAKIN Gunung Sindur serta rohaniwa, Js. Yacob dan Js. Tenten.
“Buku – buku ini adalah tulisan saya dari hasil mengulas satu persatu ayat dari kitab Suci Khonghucu mulai dari Da xue, Zhong Yong dan Si Shu, dan mudah-mudahan sebentar lagi dapat mengulas Kitab Mengzi” harapan saya buku ini menjadi salah satu bahan Jiang Dao dari para rohaniwan, sehingga tema yang dibawakan tidak bolak-balik itu-itu aja,” kata Budi. **
