VALLADOLID – Spanyol menghempaskan Bulgaria dengan skor meyakinkan 4-0 dalam laga Grup E Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang digelar di Estadio Jose Zorrilla, Valladolid, Rabu (15/10) dini hari WIB. Tim Matador pun selangkah lagi menuju Piala Dunia 2026.
Spanyol unggul 1-0 lewat Mikel Merino menit ke-35 meneruskan bola dari Robin Le Normand. Merino mencetak gol keduanya pada menit ke-57, lagi-lagi dengan sundulan menuntaskan umpan dari Alejandro Grimaldo.
Keunggulan Spanyol bertambah pada menit ke-79. Bek Bulgaria Atanas Chernev melakukan gol bunuh diri dan memberi Spanyol keunggulan 3-0. Lantas Mikel Oyarzabal menggenapi kemenangan Spanyol menjadi 4-0 lewat golnya di injury time.
Dengan hasil ini, Spanyol masih memimpin klasemen Grup E dengan 12 poin dari empat pertandingan. Mereka unggul tiga angka atas Turki yang ada di posisi kedua.
Pelatih Timnas Spanyol Luis de la Fuente pun sukses membawa Spanyol tak terkalahkan di waktu normal dalam 29 laga beruntun. Dia menyamai catatan eks pelatih La Furia Roja, Vicente del Bosque.
Opta mencatat, ini menjadi pertandingan ke-29 Tim Matador (di luar persahabatan) tanpa terkalahkan di bawah pelatih berusia 64 tahun itu.
Rinciannya, Spanyol memenangkan 24 pertandingan dan imbang 5 kali. Catatan 29 laga tak terkalahkan De la Fuente menyamai perolehan yang dipegang Vicente del Bosque pada 2010-2013, rekor tak terkalahkan terbanyak Timnas Spanyol.
Bagi De la Fuente sebuah kehormatan bisa menyamai catatan mentereng Del Bosque, yang sukses membawa La Furia Roja juara Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012.
“Menyamai rekor kemenangan Don Vicente del Bosque ini merupakan kebahagiaan dan kehormatan yang luar biasa bagi saya. Ini tidak mungkin terjadi tanpa semangat juang beberapa pemain yang patut dihargai,” De la Fuente menuturkan, dilansir dari Mundo Deportivo.
De la Fuente juga memuji gelandang Barcelona, Pedri, setelah penampilannya yang luar biasa di laga itu. Pemain berusia 22 tahun itu menunjukkan kelasnya di lini tengah, mendominasi permainan dan menunjukkan visi serta presisi khasnya sebelum digantikan pada menit ke-66 saat Spanyol sudah unggul dua gol.
“Sekali lagi, Pedri mengingatkan semua orang mengapa ia dianggap sebagai salah satu gelandang paling berbakat di generasinya. Anda bisa mengharapkan apa pun dari Pedri. Dia pesepakbola hebat. Dia melihat hal-hal yang tidak dilihat orang lain. Dia selalu memilih opsi terbaik yang tersedia baginya dari rekan satu timnya,” kata De la Fuente.
Gelandang Barcelona ini tampil sangat impresif di babak pertama, menciptakan beberapa gerakan gemilang dan hampir mencetak gol, namun hanya digagalkan oleh mistar gawang.
Kontrol dan akurasi umpan Pedri kembali menonjol, menyelesaikan 101 dari 109 umpannya, dengan tingkat keberhasilan yang mencengangkan, yaitu 93%.
Mikel Merino sangat gembira membantu timnya mengamankan kemenangan. Dua gol ini melanjutkan performa gemilang Merino untuk Spanyol. Ia kini telah mencetak enam gol dalam empat pertandingan terakhirnya untuk tim nasional.
“Ini malam yang sempurna. Kami bermain dengan sangat bagus. Kami memahami bahwa Bulgaria sangat bagus, sehingga kami harus tampil dengan performa yang sangat bagus pula,” kata Merino.
Sementara pelatih Bulgaria Georgi Dermendzhiev mengakui timnya dalam situasi yang sulit. “ Kini situasinya sangat sulit, tapi kami harus segera bangkit. Spanyol begitu kuat, kami harus mengakui hal itu,” ujarnya.
Dermendzhiev menyatakan tim nasional berada dalam posisi sulit, kekurangan pemain papan atas dan klub domestik yang kuat, sebuah kemunduran dari masa ketika pemain seperti Dimitar Berbatov dan Krasimir Balakov bermain di liga-liga top.***
