Kemenperin Memperkuat ICDEC Kembangkan Desain Chip Nasional

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat peran Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC) untuk mengembangkan sumber daya manusia dan teknologi desain chip sebagai bagian dari penguatan ekosistem semikonduktor nasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan ICDEC merupakan inisiatif Kemenperin yang telah dimulai sejak 2023 dan saat ini melibatkan 16 perguruan tinggi dengan kepakaran desain chip.

“Fokus awal kami adalah menyiapkan SDM (sumber daya manusia) yang mampu mendesain chip, karena desain merupakan segmen bernilai tambah tinggi dan berbasis pengetahuan,” ujar Agus dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Senin (26/1).

Ia  menyebutkan ICDEC beroperasi sebagai organisasi nirlaba dan tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), melainkan mengandalkan kolaborasi dengan perguruan tinggi, industri, dan mitra global.

Melalui ICDEC, Kemenperin mengembangkan program pelatihan, lokakarya, inkubasi, serta forum desain dan konsorsium pengelolaan kekayaan intelektual guna menjembatani proses dari desain chip hingga fabrikasi, pengemasan, dan pengujian.

Agus menyampaikan Kemenperin bersama ICDEC juga telah menyusun peta jalan pengembangan ekosistem semikonduktor nasional agar Indonesia dapat berperan aktif dalam rantai pasok global.

Dalam jangka pendek dua hingga tiga tahun ke depan, prioritas diarahkan pada pengembangan SDM melalui ICDEC, ekspansi silikon fotovoltaik, serta fasilitasi desain dan kerja sama teknologi.

Pada jangka menengah empat hingga lima tahun, Agus menyebut fokus diarahkan pada peningkatan kapasitas produksi untuk kebutuhan industri dalam negeri.

“Target jangka panjang enam hingga 10 tahun adalah menjadikan Indonesia sebagai pusat talenta semikonduktor dengan penguasaan kekayaan intelektual desain dan peningkatan peran pada segmen bernilai tambah tinggi,” ujar dia.

Ia menambahkan penguatan ICDEC juga mendapat dukungan mitra internasional, termasuk Asian Development Bank, yang telah menyatakan komitmen dukungan terhadap pengembangan ekosistem semikonduktor di Indonesia.

Sebagai bagian dari penguatan tersebut, Kemenperin bersama ICDEC akan menyelenggarakan Indonesia Semiconductor Summit 2026 pada 29 Januari di Bandung sebagai forum kolaborasi pemerintah, industri, akademisi, dan mitra global.

Pada saat itu Agus bicara tentang industri pengolahan. Kemenperin menargetkan kontribusi industri pengolahan nonmigas di luar Pulau Jawa mencapai 33,25 persen pada 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat pemerataan pertumbuhan industri nasional.

Agus mengatakan target tersebut sejalan dengan sasaran pertumbuhan industri pengolahan nonmigas (IPNM) 2026 sebesar 5,51 persen, dengan penguatan peran industri sebagai penggerak utama ekonomi. “Peningkatan industri melalui peningkatan kontribusi industri pengolahan di luar Jawa menjadi 33,25 persen,” kata Agus.

Ia menjelaskan, penguatan industri di luar Jawa menjadi salah satu strategi Kemenperin untuk memperluas basis produksi nasional sekaligus mengurangi ketimpangan struktur industri yang selama ini masih terkonsentrasi di wilayah tertentu.

Kementerian menyampaikan kinerja industri pengolahan nonmigas pada 2025 menunjukkan tren positif, tercermin dari pertumbuhan sektor tersebut yang mampu melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.

Pada triwulan III 2025, industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,58 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,04 persen. “Ini pertama kali dalam 14 tahun terakhir pertumbuhan manufaktur berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional, dan ini memang seharusnya seperti itu,” ujar dia.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *