Momen saat Bukayo Saka mencetak gol ke gawang Atletico Madrid.
LONDON – Arsenal mengalahkan Atletico Madrid 1-0 pada leg kedua semifinal Liga Champions yang berlangsung di Emirates Stadium, Rabu (6/5) dini hari WIB. Arsenal melenggang ke babak puacak dengan agregat 2-1.
Arsenal mencetak gol kemenangannya lewat Bukayo Saka di penghujung babak pertama, tepatnya menit ke-44. Hsil ini sekaligus menyudahi penantian Arsenal selama 20 tahun. Meriam London terakhir ke final pada musim 2005/2006. Saat itu Arsenal kalah 1-2 dari Barcelona di final. Arsenal bermain dengan 10 orang pada sejak menit ke-18 setelah kiper Jens Lehmann diganjar kartu merah langsung.
Dalam situasi kalah jumlah pemain, Arsenal memimpin 1-0 di babak pertama lewat gol Sol Campbell. Di babak kedua Arsenal tak berdaya dan Barca berbalik menang 2-1 melalui gol Samuel Eto’o dan Juliano Belletti.
Maka, nantinya menjadi final yang kedua bagi Arsenal setelah 2006. Uniknya, seperti skuad besutan Arsene Wenger 20 tahun lalu, Meriam London juga melaju tanpa terkalahkan sejak fase grup.
Arsenal membukukan 11 kemenangan dan tiga hasil imbang dalam 14 laga di Liga Champions yang sudah mereka lalui musim ini. Delapan kemenangan beruntun diraih pada fase liga, termasuk menghajar tim-tim seperti Atletico, Bayern Munich dan Inter Milan.
Manajer Arsenal Mikel Arteta mengatakan keberhasilan ini merupakan salah satu malam terbaik dalam kariernya. “Ini salah satu malam terbaik dalam karier saya. Saya pikir kali ini para suporter menaikkan standar mereka dan memandu bagaimana seharusnya kami memainkan pertandingan ini,” kata Arteta dikutip dari laman resmi Arsenal.
Ia menyebutkan, timnya selalu berjuang untuk tampil di final dan meraih juara. “Sudah bertahun-tahun, ini baru kedua kalinya dalam sejarah kami mencapai final. Ada hari-hari di mana saya bahkan tidak tahu apa yang saya lakukan di pekerjaan ini karena rasanya gila,” kata Arteta.
Kemenangan atas Atletico juga membuka kesempatan bagi Arsenal meraih dwigelar musim ini, mengingat mereka berada di posisi terdepan dalam perburuan gelar juara Liga Inggris berkat hasil tak optimal Manchester City di kandang Everton.
Namun Arteta meminta timnya tak merayakan keberhasilan ini dengan berlebihan, karena timnya harus mengalihkan fokus melawat ke Stadion London menghadapi West Ham United untuk laga pekan ke-36 Liga Inggris, Minggu (10/5).
“Kami tidak boleh cepat puas atau terlena dengan hasil ini. Masih ada laga penting lainnya yang sudah menunggu. Kami segera menghadapi West Ham dan kami tidak boleh lengah,” tuturnya.
Gelandang Arsenal, Declan Rice, menyebut suasana ruang ganti sedang kacau karena kegembiraan. “Suasananya kacau (di ruang ganti). Saya rasa Anda tidak bisa meremehkan apa yang telah kami lakukan di kompetisi ini hingga saat ini. Kami berhak merayakan momen ini. Ini kompetisi paling bergengsi di sepakbola antarklub (Eropa),” kata Rice kepada Amazon Prime.
Arsenal bakal berjuang meraih gelar di Budapest, Hongaria, pada 30 Mei. Rice berharap ada 200 ribu the Gooners datang ke kota tersebut. ” Budapest, saya ingin setiap fans Arsenal ada di sana. 200.000 dari kalian, datanglah. Mari coba dan lakukan karena kami membutuhkan semua dukungan, semua energi, dan mari kita jadikan ini benar-benar istimewa,” ” kata Rice.
Sementara pelatih Atletico, Diego Simeone menerima hasil itu dan enggan membahas keputusan kontroversial wasit. “Yah, jika kami tersingkir, itu karena lawan kami pantas lolos, mereka memanfaatkan peluang emas di babak pertama dan mereka pantas lolos. Saya merasa tenang, saya merasa damai. Kami kurang klinis dalam situasi yang kami hadapi. Kami membaik di babak kedua. Ada hal-hal yang bisa menguntungkan kami tetapi nyatanya tidak. Kami telah memberikan yang terbaik dan sekarang kami harus menerima posisi kami saat ini,” ujar Simeone usai laga kepada UEFA.
Atletico memang sempat memprotes keputusan wasit yang tak memberi penalti kepada mereka di babak kedua saat Antoine Griezmann ‘dijatuhkan’ Riccardo Calafiori dan Giuliano Simeone ‘dilanggar’ Gabriel.
“Saya tidak akan membahasnya. Kita semua tahu itu pelanggaran. Kita semua berpikir bahwa wasit telah mengambil keputusan yang tepat. Saya tidak akan terlibat dalam hal itu karena saya tidak ingin membuat alasan,” ujar pelatih asal Argentina itu.***
