JAKARTA(LB)-Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan tim gabungan Polri dan Kementerian Kehutanan akan menyelidiki temuan gelondongan kayu yang tersapu banjir Sumatera. Kedua pihak akan membahas proses penyelidikan itu pada Kamis (4/12).
“Besok kami akan rapat bersama untuk menurunkan tim gabungan untuk melakukan proses penyelidikan dan pendalaman terkait peristiwa terjadi,” kata dia di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (3 /12).
Listyo mengatakan Polri sudah berkomunikasi dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengenai pembentukan tim itu. Dia berkata, bila ditemukan pelanggaran, Polri akan melakukan proses hukum.
“Tentunya bila ada pelanggaran hukum akan kami proses,” ujar dia.
Video gelondongan kayu yang terbawa arus banjir sebelumnya beredar di media sosial.
Dalam video yang direkam di Sumatera Utara pada akhir November lalu, banjir bandang tampak membawa batang-batang pohon dari hulu. Selain di Sumatera Utara, gelondongan kayu tampak berserakan pascabanjir di Sumatera Barat.
Menteri Raja Juli sebelumnya berjanji menggunakan bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sebagai bahan introspeksi kementeriannya terhadap pengelolaan hutan dan lingkungan hidup. Dia menyebut peristiwa nahas ini sebagai momentum evaluasi kebijakan, terutama dalam mengantisipasi bencana ekologis merugikan masyarakat.
“Semua mata melihat, semua telinga mendengar, semua kita merasakan apa yang terjadi di daerah tiga provinsi itu. Kami mengatakan duka yang mendalam, tapi ini juga momentum yang baik untuk kita mengevaluasi kebijakan,” kata Raja Juli dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (30/12) lalu.
Wakil Ketua Komisi IV DPR Alex Indra Lukman menyebut komisinya memanggil Raja Juli untuk rapat pada Kamis, 4 Desember mendatang. “Kami sudah mengundang Kementerian Kehutanan untuk paparan,” kata Alex di Gedung DPR/MPR, Jakarta pada Senin (1/12).
Alex berujar Siklon Tropis Senyar yang terjadi di tiga provinsi Sumatera memang memicu cuaca ekstrem dan banjir bandang di wilayah tersebut. Namun, dia menilai bencana yang terjadi kemungkinan tidak hanya disebabkan debit air yang melimpah.
Alex menilai material kayu hanyut menandakan ada persoalan di hulu saat banjir terjadi. Maka dari itu, dia ingin fenomena kayu hanyut didalami penyebabnya.
“Dari material yang terbawa, logika kita juga mengatakan ini bukan hanya kemudian air yang melimpah, tetapi ada sesuatu di hulu, di lereng bukit yang terjadi,” ucap politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.
