Kadin Kabupaten Bogor Dukung Prabowo di Tengah Melemahnya Nilai Tukar Rupiah

Ketua Kadin Kabupaten Bogor, Sintha Dec Checawaty.

CIBINONG (LB)- Kurs rupiah kini jatuh hingga lebih dari Rp17 ribu. Ketua Kadin Kabupaten Bogor, Sintha Dec Checawaty menuturkan, sebagai pengusaha sepatutnya mendukung langkah-langkah pemerintah pusat.

Menurutnya, melemahnya nilai rupiah itu tak bisa melepas upaya Presiden Prabowo Subianto bergabung ke blok Brazil, Russia, India, China, South Africa (BRICS) demi bisa dedolarisasi atau mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. 

“Kita harus mendukung langkah-langkah pemerintah pusat, di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto. Karena melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS diduga karena ada kepentingan salah satu lembaga dunia,” tutur Sintha, kemarin.

Dia menerangkan, postur fiskal Indonesia atau strategi pemerintah dalam mengatur keuangan negara terbilang sehat, salah satunya karena kuatnya perekonomian domestik dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Presiden Prabowo Subianto harus memperkuat lagi perekonomian domestik atau UMKM, ketahanan pangan, mewujudkan swasembada pangan hingga melemahnya nilai rupiah tidak memberatkan masyarakat dan bahkan bisa menguntungkan karena adanya peningkatan eksport produk pertanian dan UMKM lokal,” terang Sintha.

Dia pun berharap, antara pengusaha dan pemerintah bisa saling berkomitmen untuk memperkuat ekonomi Indonesia.

“Saat ini yang Indonesia butuhkan adalah komitmen bersama antara pengusaha dengan pemerintah, negara harus harus memberikan stimulus pajak untuk  para pelaku industri, agar ekonomi tetap bisa berjalan walalupun lambat lajunya,” harapnya.

Sintha menambahkan, pemerintah pusat sudah memiliki alat intervensi demi bisa menguatkan ekonomi domestik, meningkatkan UMKM, meningkatkan ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan. “Salah satu alat intervensi itu adalah program MBG, dimana dapur SPPG telah menyerap produk-produk pertanian dan ikut menggerakkan UMKM. Program MBG ini harus dipertahankan karena juga bisa mengurangi angka kemiskinan karena penyerapan tenaga kerja, mengentaskan bayi stunting, memperbaiki gizi anak-anak Indonesia dan lainnya,” tambahnya. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *