Juve Ulangi Kesalahan yang Sama

Selebrasi Dusan Vlahovic dan rekannya usai mencetak gol ke gawang Lecce.

LECCE – Juventus meraih kemenangan penting usai mengalahkan Lecce dengan skor tipis 1-0 dalam lanjutan  Liga Italia di Via del Mare, Minggu (10/5) dinihari WIB. Dusan Vlahovic jadi pahlawan kemenangan Juve.

Hasil ini praktis membuka peluang Juve finis empat besar. Tambahan tiga poin ini  membuat Juventus terus bersaing dengan AC Milan.

Di laga itu Juve mengejutkan publik tuan rumah. Vlahovic membuka skor saat permainan belum genap berjalan semenit. Umpan panjang Teun Koopmeiners menemui Andrea Cambiaso yang diteruskan dengan crossing. Di antara kawalan dua pemain lawan, Vlahovic mengontrol bola lalu melepaskan tembakan ke sudut atas jala gawang Lecce.

Walau dominan, pelatih Juve Luciano Spalletti begitu kesal dengan penampilan timnya karena mengulang kesalahan yang sama. Nyonya Besar sendiri secara keseluruhan melepaskan 15 percobaan (6 on target) termasuk upaya Franciso Conceicao, yang mengenai tiang gawang.

Lecce sendiri melahirkan delapan percobaan (tiga on target), termasuk tiga peluang berbahaya di babak kedua. Spalletti jengkel karena kegagalan Juventus menghabisi Lecce dan kehilangan fokus sehingga memberi momentum kepada lawan.

“Kami sudah mengatakan soal ini cukup lama, kami mengulang kesalahan yang sama. Kami mencetak gol cepat, lalu gagal menghabisi permainan. Ini seperti salin-tempel dari kesalahan-kesalahan sebelumnya. Kami mendominasi sebagian besar permainan, dam sepertinya kami memiliki kontrol penuh, kemudian datanglah momen di mana kami kehilangan konsentrasi dan membuat operan-operan yang tidak bisa dipercaya di level sepakbola yang kami mainkan,”  ujar Spalletti kepada Sky Italia.

Mantan pelatih Inter Milan, AS Roma dan Napoli  kurang maksimal dalam menjaga determinasi permainan. “Tampaknya kami tidak mampu menjaga fokus, determinasi dan soliditas untuk sepanjang pertandingan, dan ketika kami membuat kesalahan-kesalahan itu, tensi dan ketakutan mulai masuk, kemudian pertandingannya jadi seimbang. Kemudian kami marah pada diri sendiri, bikin sulit diri sendiri. Sebuah pertandingan seperti ini  tidak seharusnya berakhir 1-0,” ujarnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *