Duel Pelipur Lara: Prancis Kontra Inggris

FLORIDA – Prancis ditantang Inggris dalam perebutan juara ketiga Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Stadion Miami, Florida, AS, Minggu (19/7) pukul 04.00 WIB. Duel ini menjadi  kesempatan terakhir bagi kedua tim untuk mengobati kekalahan menyakitkan di semifinal Piala Dunia 2026.

Les Bleus dikalahkan Spanyol secara mutlak dengan skor 0-2. Sementara itu, The Three Lions mengalami hasil menyakitkan lawan Argentina dengan skor 1-2 meski unggul lebih dahulu.

Tidak ada gelar juara Piala Dunia ke-3 bagi Prancis tahun ini. Tidak ada pula jargon football is coming home yang jadi andalan Inggris selama 60 tahun. Di sisi lain, kedua tim memang tampil antiklimaks di babak semifinal.

Prancis didikte sepenuhnya oleh Spanyol saat dihajar oleh penalti Mikel Oyarzabal dan aksi Pedro Porro. Lini depan Les Bleus yang sebelumnya mencetak 16 gol dalam 6 laga dibuat buntu. Kylian Mbappe yang ada di puncak top skor pun hanya mendapatkan rapor 6,2.

Sementara itu, Inggris harus membayar fatal keputusan Thomas Tuchel yang memilih bertahan setelah unggul 1 gol atas Argentina lewat gol Anthony Gordon. Menumpuk hampir semua pemain di depan kotak penalti, The Three Lions dihancurkan oleh 2 assist Lionel Messi lewat gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez.

Jelang laga nanti,  pelatih Prancis Didier Deschamps menegaskan timnya belum kehilangan motivasi untuk menutup turnamen dengan hasil terbaik walau kekalahan dari Spanyol di semifinal masih meninggalkan rasa kecewa.

“Kami masih memiliki satu pertandingan lagi. Memang bukan final, tapi kami harus segera melupakan kekecewaan yang sangat besar ini,” ujarnya.

 Menurut Deschamps, perebutan posisi ketiga tetap memiliki arti penting. Karena itu, Prancis akan tampil habis-habisan demi mengakhiri perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan. “Masih ada peringkat ketiga yang diperebutkan. Kami akan mengerahkan seluruh kemampuan untuk meraihnya,” ujarnya.

Kapten Kylian Mbappe masih berpeluang untuk menjadi top skor turnamen karena saat ini punya 8 gol. Penyerang Real Madrid itu pun menyiratkan timnya masih fokus untuk gelar peringkat 3 ini.

“Sebagai kapten, saya harus mengambil semua tanggung jawab dan saya tidak ada masalah soal itu. Kami sejatinya ingin lolos ke final, tapi gagal. Kini kami fokus untuk lagan anti,”kata Mbappe dikutip ESPN.

Sementarapelatih Inggris Thomas Tuchel melontarkan pengakuan yang cukup mengejutkan menjelang duel itu. “Tidak ada pemain kami atau pun pemain Prancis yang benar-benar ingin memainkan pertandingan ini. Semua orang datang ke Piala Dunia untuk menjadi juara, tetapi kenyataannya kami harus menjalani laga ini,” tutur Tuchel.

Meski mengakui motivasi pemain tidak akan sama seperti ketika mengejar tiket final, Tuchel memastikan Inggris tetap akan tampil dengan penuh tanggung jawab. “Kami memiliki waktu istirahat yang sedikit lebih pendek daripada Prancis. Meski begitu, kami tetap akan mempersiapkan diri secara profesional,” ujarnya.

Para pemain Inggris masih belum move on usai dikalahkan Argentina. Harry Kane dan Marc Guehi misalnya, masih menyesalkan timnya bermain bertahan usai unggul 1-0. Sangat diharapkan kondisi ini berpengaruh pada performa mereka  di laga melawan Prancis.

Berdasarkan catatan historisnya, bentrokan antara Prancis  kontra Inggris termasuk duel klasik yang telah berlangsung sejak 1923 silam. Dari total 32 kali pertemuan, The Three Lions mendominasi dengan 17 kemenangan, 6 imbang, serta 10 kemenangan untuk Prancis. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Prancis justru menunjukkan perkembangan cukup signifikan. Les Bleus tampak mulai memegang dominasi. Terbukti, dari lima pertemuan terakhir, mereka meraih tiga kemenangan, satu imbang, serta satu kali menang untuk Inggris.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *