Area atas JPO Cawang Kompor dengan lebar untuk pejalan kaki berkisar dua meter.
JAKARTA (LB)- Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Cawang Kompor, Jalan Dewi Sartika, Cawang, Kramatjati, Jakarta Timur, rusak. Kondisinya memprihatinkan dan mengancam keselamatan pengguna JPO.
Dari pantauan kemarin, anak tangga terlihat haus, beberapa retak, dan permukaannya tidak rata. Di sudut lain, tumpukan sampah plastik mengotori sisi jembatan. Sementara itu, cat pembatas kuning sebagian besar telah pudar, menyisakan warna kusam yang menyatu dengan debu dan kotoran.
Pegangan tangan berwarna putih tampak berkarat di beberapa titik. Bahkan, sejumlah besi pada railing telah hilang, menjadikan jembatan ini semakin berbahaya bagi pengguna.
Tak hanya itu, beberapa bagian penuh coretan vandalisme. Sejumlah bagian railing yang kosong bahkan kini dijadikan tempat memasang spanduk iklan.
Masalah lain yang mengganggu adalah kabel-kabel yang melilit sepanjang 10 meter di railing JPO. Kabel-kabel tersebut sebagian besar adalah kabel fiber optik, yang menurut warga mulai muncul setelah pembangunan LRT Jabodebek.
Sebelumnya, kabel-kabel di kawasan ini tertanam di dalam tanah. Hal ini terdampak banget dengan fasilitas utilitas di mana akibat pembangunan LRT ini membuat kabel-kabel itu berpindah tempat,” ujar Ketua RT 01/RW 04 Kelurahan Cawang, Thamrin Taufik, Sabtu (3/5).
Taufik mengaku sering menegur petugas utilitas agar menanam kabel sesuai Instruksi Gubernur Nomor 126 Tahun 2018 yang mewajibkan penanaman kabel fiber optik di bawah tanah. Namun tegurannya tak digubris. Bahkan, beberapa kabel kini tampak terbuka, menggantung begitu saja dan membahayakan pengguna jalan.
Tak hanya soal kabel, dia juga menyoroti buruknya pemeliharaan jembatan. Sejak dibangun pada 1980-an, menurutnya, perawatan hanya sebatas pengecatan ulang. Ia menyebut sudah berkali-kali menyampaikan keluhan kepada Dinas Bina Marga maupun Dinas Perhubungan, namun tak ada tindak lanjut.
“Cuma ngecat doang, enggak ada besi yang dibenarkan. Itu maksud kita, punya anggaran, tapi ya itu tadi, biaya maintenance itu ada, tidak menjadi peruntukannya,” kata dia.
Warga sekitar bernama Ida (50), tidak mengetahui siapa yang memasang kabel pada railing JPO Cawang Kompor. Namun, menurutnya, JPO Cawang Kompor sudah mulai terlihat kumuh dalam satu tahun terakhir ini. “Ya, setahun terakhir ini,” kata Ida. *
