Ketum MATAKIN, Ketua MATAKIN Jawa Barat, Ketua MATAKIN Kab. Bogor bersama pimpinan MAKIN yang hadir dalam kebaktian bersama.
BOGOR (LB)–Kalau kita resapi dalam-dalam, manusia ideal itu sebenarnya sama dengan manusia Junzi, tidak kita mencapainya, banyak syaratnya, di antaranya memiliki kecakapan, wawasan yang luas, arif bijaksana, berani, susila, dan tentu saja jujur.
Hal ini disampaikan Ketum MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Khonghucu) Xs. Budi S. Tanuwibowo dalam khotbah (Jiang Dao) pada Kebaktian Bersama MATAKIN Kabupaten Bogor wilayah 2, di Lithang Cahaya Kehidupan MAKIN Tegal, Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor, Minggu (6/7/2025).

Ketum Budi tiba di lokasi sekitar pukul 10.30 WIB ditemani Wakil Sekretaris Bidang Keorganisasian, Hendri Ayung Tjoe dan Heri Yuliyanto.
Dalam Jiang Dao Budi juga menekankan bahwa seorang yang calon Junzi harus memahami kesusilaan dan musik, ia juga menyoroti kata musik yang disebut berkali- kali oleh Nabi Kongzi dalam Kitab Sishu.
“Saya semula kurang memperhatikan mengapa Nabi menyebut berkali-kali kata musik dalam Kitab Sishu, mungkin kata paling banyak yang ada dalam Kitab Sishu. Ayatnya saja lebih dari 40, tentu kata musik pasti lebih dari 100” kata Budi.
“Orang boleh pintar, boleh berani, tapi harus tahu aturan. Demikian juga dengan musik, musik itu bisa didengar kalau frekuensinya sama antara yang menyanyi dan yang mendengarkan,” tambah Budi.
Lebih lanjut Budi juga mengatakan bahwa pemimpin itu harus mampu berkomunikasi dengan baik, berbicara apa adanya, tidak sok pintar dan jangan merendahkan orang lain.

Banyak persoalan di dunia yang terjadi karena buruknya komunikasi atau komunikasinya tidak nyambung. Demikian juga dengan pemimpin, ia harus mampu berkomunikasi yang baik, bukan sok pintar, juga tidak menganggap enteng orang lain” paparnya.
Selain hal itu, Xs. Budi menyampaikan bahwa Nabi Kongzi mengatakan, orang yang sempurna harus yang punya Zhi Ren Yong plus memahami dan menghayati musik.
Zhi nya punya kecakapan dan pengetahuan, Yong nya punya kesusilaan dan keberanian, ren-nya tidak serakah, penuh ketulusan, dan dengan musik kita dapat mengkomunikasikan apa yang kita miliki untuk semua lewat bahasa universal dan akhirnya menciptakan suatu harmoni dan keselarasan’ papar
Lebih lanjut, Xs. Budi mengatakan bahwa tidak ada seseorang pun yang mampu untuk mencapai ideal kecuali Nabi Kongzi sendiri,
Jadi dari zaman dulu, tidak satu orang pun yang mampu menjadi manusia ideal. Mungkin ada yang pintar tapi tidak bijak, mungkin pintar bijak tapi serakah, mungkin pintar bijak tapi kurang berani menghaapi tantangan, dan seterusnya. “ jelasnya.
Xs. Budi juga menekankan bahwa untuk menjadi manusia ideal atau Junzi, menurut Nabi Kongzi itu sangat-sangat susah.
Untuk menjadi manusia ideal, ke atas hidup selaras firman Tuhan, ke bawah, kita sadar bahwa bumi ini harus dijaga dan dirawat baik-baik dari keserakahan. Ke belakang kita harus menjaga warisan budaya leluhur kita, ke kiri kita harus selalu belajar dan berlatih, ke kanan harus selalu berteman, membangun jejaring, ke depan mengembangkan/menyiapkan generasi muda, ke dalam kita harus menjadi teladan. Jadi menurut Nabi Kongzi, untuk menjadi Manusia Junzi itu susahnya bukan main.
Meski demikian ada cara lain yang lebih gampang dari cara pertama. Nabi mengatakan, jika syarat tadi susah kita jalankan untuk menjadi manusia Junzi, ada cara kedua yang lebih gampang? yaitu laksanakan kata-kata dan janji – janji kita, ikuti aturan jangan melanggar garis kebenaran, dan ketika menghadapi kesulitan, berani menghadapinya” tambahnya
Mengakhiri Jiang Daonya, Xs Budi berharap, agar umat Khonghucu ke depan, adalah umat Khonghucu yang lebih mandiri, yang tangguh dan mampu menebarkan kebajikan kepada sesame umat manusia”
Sementara itu dalam sambutannya, Ketua MAKIN Tegal Bogor, yang diwakili Dq Ramli, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bapak dan Ibu dari 8 MAKIN di wilayah 2 kabupaten Bogor ini, semoga dengan adanya kebaktian ini, kita berhimpun dan membawa aura positif dalam setiap umat yang hadir.

Kemudian Ketua MATAKIN Kabupaten Bogor, Js. Irianto Suardy mengatakan bahwa kebaktian ini merupakan kebaktian bersama yang ketiga di Kabupaten Bogor dan yang pertama di wilayah 2 ini yang diikuti umat Khonghucu dari 8 MAKIN, yaitu MAKIN Tegal Bogor, MAKIN Ciampea, MAKIN Kampung Baru, MAKIN Kampung Bulu MAKIN Kampung Cina, MAKIN Kemang, MAKIN Rancabungur, MAKIN Tonjong. Harapannya Semoga kebaktian bersama ini akan terus berlanjut dan berkembang ke depannya dan dapat digelar oleh semua MAKIN di Kabupaten Bogor.
Ketua MAKIN Provinsi Jawa Barat, Ws. Gunadi memberi pesan dan harapan : sesuai yang tadi disampaikan Dq. Ramli, semoga dengan kebaktian ini dapat membawa aura positif dan kebaikan bagi para umat yang hadir dan saya harapan saya semoga melalui kegiatan ini kita dapat menggali dan menemukan potensi dan bakat dari generasi muda, lalu mengakomondir dan mengembangkan setiap potensi tersebut, karena merekalah yang akan menggantikan kita, bukan hanya dari jumlah saja namun dari kualitas” papar Gunadi.
Di sela-sela kebaktian, para umat dihibur penampilan penyanyi muda Khonghucu yang menyanyikan dua buah lagu karya Xs. Budi S. Tanuwibowo dan Ws. Gunadi. ***
